seni telor busuk

Mana ada artis penyanyi sampai musisi terkenal dinegeri ini yang ‘pasang badan’ , bicara tentang masalah sosial yg sedang terjadi ditengah lingkungan hidup mereka sendiri. Selain sebatas “hai penggemarku saksikan penampilanku nanti malam ya”

Bukan soal berani atau tidak berani , tapi memang tidak paham dengan apa yang tengah terjadi disekelilingnya sendiri. Yang mereka tau hanya sebatas ‘trik’ bagaimana caranya mempertahankan omzet dan harga jual supaya karcis tempat mereka ‘soww’ [show] tetap laku terbeli

Urusan konten muatan seni menjadi terkesampingkan , semuanya serba terukur melalui parameter laku atau tidak lakunya sebuah tontonan. Hal tersebut jugalah yang dijadikan alat tolak ukur perihal sukses atau tidaknya karier seseorang dibidang berkesenian [seni pop]. Menjadi wajar jika industri hiburan sedemikian gencar & bernafsunya membela , mempertahankan , meneteki atau menyusui kondisi yang sekarang ini ada. Sebab mereka memang hanya berhitung ditataran materi yang harus untung dan tidak boleh rugi

SENI telah tereduksi martabatnya sebagai alat propaganda untuk membela dan memperjuangkan naluri estetis setiap manusia dalam mewujudkan segala bentuk ekspresi penolakan terhadap segala bentuk ketidak adilan yang sedang berlangsung disatu peradaban. Inilah Seni yang bertolak belakang dengan kaidah2 yang menjunjung tinggi nilai-nilai keindahan itu sendiri.

Tidak ada keindahan bisa disuguh-tampilkan tanpa kesadaran membersihkan segala bentuk wujud kotoran yg juga menempel didalamnya [kehidupan]. Seni yang cacat dan palsu tidak lebih dari telor busuk yang tidak punya manfaat apa2 , selain hanya untuk melempari jidat

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara