hah … negara islam?

Ada orang dengan polos dan naifnya membisiki kuping saya : “mas, sekarang ini lagi gencar upaya untuk membuat Indonesia jadi negara islam” ; katanya bersemangat. Pengen rasanya saya towel jidatnya , kalo ente enteng2 aje bisa berpikir sampe’ kesono , ane juga bisa berpikir sama : “upaya untuk mengkristenisasi , Budhaisasi , Hinduisasi bahkan PKI’isasi” atau isasi-isasi lainnya.

Nggak perlu jadi negara Islam , Islam sendiri adalah ajaran agama yang saya yakini nggak butuh pengakuan2 model seperti itu . Islam itu agama yang mengajarkan toleran , tapi kalo ada yang coba2 ‘mengganggu’ ya pastilah pengikutnya akan melawan. Termasuk gw sendiri tau :

eh … dia malah ngeloyor pergi , dikasih tau baik2 malah ‘mutung’

Pemeluk Islam adalah mayoritas penduduk warga bangsa ini. Ketika sistim politik dan ke-tata-negara-an yang ada terbukti tidak mampu mengatasi masalah ekonomi yang melahirkan jurang kemiskinan semakin dalam , maka rakyat kecil yg notabene mayoritas pemeluk agama Islam disepenjuru pelosok tanah air inilah yang per-tama2 akan memikul dampak serta akibat2nya.

Akumulasi dari beban penderitaan yang semakin menumpuk jelas akan melahirkan ekses/dampak sosial lainnya sebagai konsekuensi dari sebuah akibat. Apapun bentuk dan wujud tampilan2nya …

Tapi orang2 ‘picik’ tersebut langsung ‘potong kompas’ , judgement sana-sini . Layaknya: “wah … jalan baru ini kualitas pembuatannya buruk sekali , saya serasa di-banting2 diatas kursi” ; padahal mobilnya sendiri yg schokbrekers’nya udah mati.

Semua yg terjadi di-akhir2 ini bukan masalah AGAMA liberal atau konservatif … nggak perlu bermimpi untuk langsung bisa sejahtera lahir dan batin. Cukup dimulai dari KEADILAN yg benar2 bisa dibuktikan .

Karena itu masalh Ekonomi , maka Hukum [Ekonomi] yg harus dibenahi. Karena ini masalah Hukum maka sistim POLITIK yang harus direvolusi . Kalau masih nggak mampu juga .. ya innalillahi wa innalillahi rojiun NKRI

Justru hikmah yang bisa dipetik saat ini adalah: MUNCUL dan TAMPIL nya orang2 yang menggunakan parameter untuk menilai / alat tolak ukur berdasarkan perspektif dari kepentingan ekonomi bangsa asing. Kalau kacamata mereka sudah kacamata asing , maka apalagi yang masih diragukan?

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara