hm … lagi

Karya Intelektual itu sebutan bagi produk pemikiran yg dihasilkan otak. Otak membutuhkan perangkat2 fisik guna menterjemahkan pelaksanaan gagasan. Karya intelektual bukan produk fisik. Karena itu pula dia tidak identik dengan jumlah usia yg memproduksi tenaga dari otot , baik orang tsb disebut tua maupun masih muda. Terkecuali jika memang otaknya sudah kehabisan baterai

‘Lalu mengapa seseorang yang sudah berusia tua cenderung dianggap tidak produktif lagi’ ; bukan karena sebab2 tidak produktif , namun banyak dari mereka yang ruang2 ekspresinya menjadi sempit karena ‘dibatasi’ atau bahkan menjadi ‘hilang’ sama sekali.

Ini yang saya sebut layaknya ‘kejahatan industri’ , sebab mereka hanya berurusan dengan sensasi obyek yang memfasilitasi kepentingan slogan dan propaganda untuk memikat mata. Mengecoh dengan cara2 yang berlebihan itu berkatagori jenis ‘penipuan’ [moral hazard]

Ini bukan semata ‘TENTANG SAYA’ , namun tentang semua seniman/musisi Indonesia. Baik yang sudah lalu maupun yang akan datang , jika PERUBAHAN tak juga pernah bisa terselenggarakan maka pemusik2 yg masih belia disaat inipun hanya akan sebatas dijadikan ‘sarapan pagi’ para pedagang kelontong maupun asongan. Ini persoalan MINDSET… individu > kelompok > hingga masyarakat/bangsa

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara