apa itu kritik!
Kritik itu bukan kebencian , iri dengki , sinis sirik dan sebagainya. Kritik itu diperlukan agar bisa melakukan koreksi perbaikan atas kenyataan kekurangan yg baru ditemukan belakangan.
Kritik bisa bersifat deduktif: kritik yg tetap berpegang pada ukuran tertentu yang benar2 dipahami/diyakini , tentang kaidah2 sosial , moral maupun secara ilmiah. Harus disampaikan secara obyektif , jujur , konsisten dan konsekuen [taat azas]
Kritik juga bisa bersifat induktif: berdasarkan temuan2 yang dianggap perlu dikritik , lalu menyimpulkan pendapat2 alternatif sebagai usulan bagi perbaikan . Cara2 mengkritik seperti ini bisa saja mengandung subyektivitas2 tertentu , namun pada dasarnya bertujuan positif serta berkeinginan baik.
Kita sudah terbiasa mengkritik pejabat yang dianggap tidak simpatik bahkan terbukti korup , sudah terbiasa mengkritik aparat2 pemerintah yang ternyata …eh , salah mengkritik , sebab yang kita kritisi ternyata tidak bersalah apa2 … so what , akui saja … belajar lagi untuk lebih cermat mengkritik , tapi jangan pernah alergi untuk mengkritik dan dikritik. Sebab kritik itu diperlukan bagi tercapainya kualitas peradaban yang modern & maju. Kritik itu layaknya ‘quality control’ , apa jadinya produk tanpa itu?
Jadi ketika saya mulai menulis kritik , yang secara gamblang sudah jelas arah tujuannya mau kemana dan kepada siapa. Saya tidak takut mengkritik hanya karena yg dikritik itu idola pujaan bagi banyak orang , tidak takut kalau dia menjadi cacat bisa2 tidak seperti batu pualam bening yg selalu menghiasi mimpi2 siang hari banyak orang
Sebab tanpa kritik , dan senangnya hanya me-muji2 orang , saya justru terlibat turut ‘menjerumuskan untuk membunuh’ mereka2 yg semestinya tidak harus ‘mati/hancur/rusak’ duluan. [discontinued product]

















