kodok atau apa tuh?

Saya juga selalu mengagumi orang lain , baik pemusik atau profesi2 lainnya. Layaknya kekaguman grade bawah yang menatap keatas. Itu wajib … selalu ada yang lebih tinggi dari kenyataan yang ditemui di awal mula. Perilaku yang juga mengingatkan orang agar tidak takabur dan jumawa

Itu disebut Paradigma Budaya yang baik , yang membuat satu komunal masyarakat terpacu saling ber-lomba2 menopang peningkatan kualitas ber-peri-kehidupan secara ber-sama2.

Apa jadinya , kalau ada orang2 yang membutakan diri tak hendak menyadari posisi grade dirinya masing2. Sepanjang hayat duduk dikelas kambing , ter-kagum2 memandangi sesama kambing yang gemar mengembik sumbang menyakitkan mata dan kuping.

Kaum penghambat yg membebani jaman yg hendak bergerak maju kedepan , sambil memelihara mitos2 usang , sepanjang hidup hanya berharap agar masih tetap eksis terlibat disatu peradaban yang sedang berlangsung … ngglandot ah *numpang hidup*

Ini fakta , kita semua tidak bisa lagi memungkiri kenyataan , bahwa kita semua masih sebatas gerombolan orang2 yg sedang demam/euforia yg sedang terperosok masuk kedalam jurang yg semakin dalam.

Saya sendiri sudah cukup ‘kapalan’ untuk membahas berbagai hal tentang apa saja , dari berbagai perspektif disiplin2 apa saja. Jawaban yang saya temui hanya ada satu: membiarkan diri larut ikut gerombolan kaum fatalism , atau melawan walaupun tak ada yang menjanjikan pasti akan menang. ya .. MELAWAN , fuck the mainstram lagi!

Dan jika dikaitan dengan ‘PERANG’ yg sesungguhnya untuk merebut jaman , maka … para cendekiawan / cerdik pandai yang diluar sana masih berkutat merumuskan segala upaya untuk menemukan cara2 jalan keluar dari sebutan failed state / negara gagal , masih terus pusing kebingungan. Namun di teve2 dan di radio2 dan di media2 , musuh atau lawan cukup dengan ‘propaganda’ : santeee ajeee’ nyang penting kite’ eksis & bisa tampil beda booo …;mati nggak elu. *kenyataan ttg ilmu2 diruang pendidikan yang dibutuhkan dilibas cukup lewat slogan2 dari jalanan*

‘think out of the box’ … lihatlah hidup dan kehidupan ini dari kacamata Kebudayaan . Maka tidak ada satu unsurpun yg berdiri sendiri terlepas. Semuanya adalah satu kesatuan yang saling kait mengkait. Terkecuali hantu pocong yg hobi keluyuran di kuburan2

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara