krisis yg semakin

Sekarang ini semua orang bisa belajar musik dari sejak kecil , ada sekolahnya yg resmi , ada radio canggih , ada televisi modern , ada video , ada internet , ada promotor skala internasional yg bisa mendatangkan bintang2 pujaan kelas dunia

Masih ditambah lagi dengan tehnologi rekaman yg bisa apa saja , alat2 musik tersedia dimana saja , studio2 latihan yang menyebar , sampai dengan ber-puluh2 media tempat berpromosi atau sekedar untuk mengabarkan berita

Musik itu sarana untuk berekspresi , kalau pemusik merasa tidak punya persoalan untuk diekspresikan , lalu apa yang mau mereka sampaikan? Mengekspresikan bunyi2an alat? ya bisa2 saja , tapi bunyi2an alat itu ekspresi artifisial , persoalan hidup adalah sesuatu yang nyata , tidak artifisial . Mengekspresikan persoalan cinta? , bisa juga namun orang akan muntah kalau hidupnya melulu hanya berurusan dengan paha dan dada .

Musik akan ‘berbunyi’ ketika dibunyikan oleh mereka yang mampu mengolah beragam persoalan , musik tidak ada hubungannya dengan batas usia muda ataupun tua. Musik itu cara masing2 orang dalam menyikapi setiap persoalan. Jangan mau diatur industri , industri yang harus diatur oleh produsen musik. Makanya musik pop indonesia sekarang kagak maju2 , wong tukang bakso ngeband aja terkenal bahkan jadi pujaan.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara