ojo duwur2 ojo jero2

Kenali dulu asal muasal dari mulai berbagai hal yang terburuk , untuk menjadi pelajaran penting sebagai catatan & bekal menata rencana menuju kedepan yang ingin lebih baik. Itu yang disebut rasionalisme yang proporsional , sebab urusan dalam kehidupan ini tidak semua2nya bisa dirasionalitaskan.

‘Mikul duwur mendem jero’ … itu pepatah orang jawa untuk digunakan dalam ruang lingkup personal , yang hanya berurusan dengan masalah2 internal dalam keluarga. Jika ada salah satu sanak famili melakukan kekeliruan maka keluarga besarnya harus merasa turut bertanggung-jawab (moral etik). Sebaliknya , jika dia melakukan perbuatan terpuji , maka seluruh keluarga besarnya juga akan kecipratan bau harum wanginya.

Tapi sekarang ini , pepatah tersebut telah dimanipulasi untuk digunakan sebagai alas untuk menutupi wajah , alias dijadikan topeng sebagai kedok. Yang se-olah2 berbunyi : right or wrong is my country … jangan mempermalukan bangsa sendiri lahhh , itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri , dst

mikul duwur mendem jero , jelas nggak pas untuk diaplikasikan guna mencampuri urusan2 formal dalam tatanan bermasyarakat yang modern dan demokratis. Sebab masyarakat modern yang dikelola oleh sebuah pemerintahan dengan motto ‘good governance’ , harus menggunakan azas transparansi dan akuntabilitas. Nggak ada urusannya dengan temen / saudara / anak kandung sekalipun , kalau salah ya ‘bantai’ saja :p

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara