rokok kretek & neokolim

rokok itu pembunuh nomer satu didunia … ah masa :p

ini hipotesa saya sebagai perokok dalam memahami rokok sebagai salah satu zat adiktif yang berbahaya:

Kalau toh rokok saya tempatkan sebagai skala prioritas yg paling bertanggung-jawab atas menculnya penyakit , maka:

a. karena menghisap asap rokok [potensi 15%]
b. ditambah mengkonsumsi lemak jenuh dll [potensi 15%]
c. ditambah beban pikiran yang kusut [potensi 10%]
d. pola/jadwal makan & tidur ngaco [potensi 10%]
e. menghisap polusi / udara kotor [10%]
f. penyakit tsb memang bawaan / genetik turunan [potensi 25%]

total resiko potensi penyakit : 85% , sisa 15% [resiko/nasib]

Jadi artinya , jika faktor b , c , d , dikurangi/dihambat maka insyaAllah tembakau yg menjadi rokok lalu dirokok , adalah karunia :p

ini analisa saya sebagai ‘dokter kultural organik’ yang berfungsi secara organik mengelola tubuh dan pikiran saya secara kultural organik. Jangan diikuti dan dicontoh secara sembrono sebab belum tentu cocok dengan sampeyan , tapi terbukti cocok untuk saya sendiri :p

Masyarakat Indonesia Modern PERLU TAU dan PAHAM. Ini PENTING!!! (pake tanda palu sampai 3 buah tuh..).

Semua jenis konsumsi makanan minuman , obat2an dan apa saja yang masuk ketenggorokan orang Indonesia yg populasinya sekarang mendekati angka 250 juta , adalah PASAR alias MARKET. Semua jenis produk2 yg saya maksudkan diatas harus dikontrol melalui standarisasi ingredients nya . Mengapa dikontrol? agar bisa diseragamkan , mengapa diseragamkan? agar cuman mereka sendiri (negara2 industri farmasi maju) yg bisa bikinnya.

Jadi ini bukan soal Rokok itu berbahaya … engkong2 di klenteng juga tau kalo ngudud itu nggak sehat. si n’cik bilang “ngudud itu sudah bagian dari kultur peradaban manusia dari sejak jaman uler naga blom ada kakinya”

“haiyaaa.. eluw anak kemalen sole mau ngalang2 engkong elu isep2 loko … mbhocaii laaa”

Nusantara [dimata para neokolonial] adalah: “Labotarium katulistiwa bagi uji praktek” . Lab.Risetnya ada di California sampai Canada , hingga tersebar di-mana2

Indonesia tidak mampu mengembangkan RISET nya sendiri? untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yg sesuai dengan karakteristik masyarakat bangsanya sendiri?

SIAPA BILANG! , jangan merendahkan Indonesia ya :p … sudah ada riset batu api oleh adik kita Ponari , Air disulap jadi Bensin oleh siapa ya dulu? … maap saya lupa. Dan banyak lagi RISET2 serupa yg membutuhkan dana/biaya fantastis luar biasa , dan nanti hasilnya akan diumumkan oleh nyi roro kidul dipantai laut selatan.

Ayo siapa mau menyumbang [bisa saweran pake koin] … demi Negri kita tercinta Indonesia Raya

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara