nasib bukan takdir

akibat pragmatisme yg terlalu dominan , semakin sulit untuk berharap sesuatu yang ideal itu masih punya tempat walaupun sempit & tak leluasa lagi , disisi lain apapun kondisinya pragmatisme juga harus tetap berjalan agar kehidupan tidak berhenti ditempat. Maka , tetaplah disiplin di ruang pragmatisme yang kalian jalani , sambil belajar untuk mulai menghormati pihak lain yang berupaya berdisiplin yang sama namun diruang gagasan dan idealisme berjangka panjang kedepan

Tanpa kehadiran kedua jenis paradigma diatas secara utuh dan lengkap , maka kita semua tinggal menghitung hari. Bukan menghitung hari ala Kris Dayanti , namun menghitung jarak langkah menghampiri peti mati , padahal belum jadwalnya ‘inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’ … Tuhanpun seolah berbisik ‘siapa suruh kalian mati duluan’

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara