eufemisme kelilipan

aku bukan eufemisme : kelilipan itu cukup sekali dua

SOEKARNO dipuja untuk dihujat karena terlalu sosialis dan kini dirindukan lagi , SOEHARTO hawa segar kapitalis disanjung lalu dicaci eh disayang lagi , HABIBIE dianggap angin lalu pelengkap penderita , GUSDUR disembah untuk digulingkan dicaci maki bikin masuk angin karena disability padahal gusdur yang membuat orang bisa melihat dan mendengar bahkan berjalan , MEGAWATI dijunjung setinggi langit dipuja sebagai anak biologis mirip2 bapaknya , asumsi meleset mengecewakan lalu kecewa lagi , SBY adalah harapan yang lagi2 dianggap tidak sesuai espektasi maka kalau bisa stop saja sampai disini

aku bukan eufemisme seperti kelian yang kelilipan melulu

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara