bisu buta tuli

Memang menjadi tidak nyaman ketika masing2 dari kita mulai paham persoalan kultur pop dalam sebuah KEBUDAYAAN. Kultur PoP yang kita tampilkan sendiri sebagai agen-agen dari ‘kebudayaan pop’ tersebut itu sendiri

Situasi menjadi terang dan akan semakin benderang , yang akan membuat setiap orang bisa melihat dengan jernih , melalui refleksi pantulan cermin/kaca yang menampilkan bayangan tubuh hingga wajahnya sendiri2.

Musik PoP , sebagaimana musik secara universal yang menjadi hak setiap orang untuk boleh menikmati , hingga bagi mereka yang bisa memproduksi/menciptakan berbagai jenis lagu PoP. Namun sebagaimana pula musik yang berfungsi bukan sekedar menjadi camilan / hidangan untuk dikonsumsi sebagai hiburan ringan , musik yang membuat orang menjadi terpenuhi akan kebutuhan nafkah bathinnya , sekaligus musik yang juga berfungsi sebagai alat untuk bisa merusak apa saja yang sudah ada sebelumnya.

Saya selalu bertanya : adakah kamu hanya iseng2 sekedar hobi bermain musik , ataukah kamu seniman musik yang menghormati fungsi dan peranan musik sebagai MUSIK instrumen dari satu Kebudayaan

Saya tidak suka dengan golongan opprotunis yang cenderung tidak bertanggung jawab , yang tidak mau tau serta menutup mata melihat kerusakan2 yang sedang terjadi. Sambil mengunyah musik yang hanya dipahami layaknya singkong goreng hidangan camilan disore hari.

Saya mengajak anak2 muda , berusaha menanamkan kesadaran yang sama , agar tidak main2 seperti anak kecil kalau ingin disebut sebagai seniman musik.

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.

elektronik sigara