kekanak-kanakan

[childish] … ditahun 1967 s/d 1970’an musik merupakan kegiatan extrakurikuler bagi remaja di ibukota Jakarta untuk menyalurkan hobinya. Banyak orangtua yang mendukung aktivitas tersebut sebatas tidak mengganggu kegiatan wajib anak2 mereka … Namun tanpa diduga , menuju akhir 1970’an , hobi yang semula dipahami sebatas untuk mengisi waktu ternyata mampu melahirkan kreativitas anak2 muda Jakarta yang memfasilitasi kehendak perubahan atas nama kultur pop yang diusung oleh budaya pop itu sendiri.

Memasuki ranah kultur pop berarti memasuki areal dimensi kebudayaan yang jauh lebih luas. Dia bersinggungan dengan kepentingan berbagai aspek kebudayaan yang lainnya , terutama dalam konteks industri / ekonomi yg diatur oleh hukum . Maka , bermusik tidak bisa lagi dipahami sebatas kegiatan extrakurikuler guna mengisi waktu luang. Namun dituntut disiplin profesi sebagaimana lazimnya profesi2 yang berbeda untuk turut berpartisipasi dalam menggerakkan roda kebudayaan.

Saya prihatin , semakin banyak remaja2 yang dengan keinginan kalap memutuskan pilihan untuk menjadi anak2 band , terdorong karena muluknya bayang2 impian , bahwa kalau jadi penyanyi atau anak band itu akan lebih mudah menyelesaikan persoalan. Dengan menyanyi atau nge-band seketika orang akan bisa melepaskan diri dari segala problema , kebebasan berekspresi yang tidak bisa mereka dapatkan dibidang profesi2 yang lainnya. Toh dijaman ini sudah tidak sulit untuk bisa bersuara merdu dan pandai memainkan alat musik

Disisi lain , tak juga ada metoda pengajaran lewat dunia pendidikan dinegeri ini [formal maupun non formal] , bagaimana seharusnya menjadi profesional2 yang bertanggung-jawab dibidang industri seni. Alih2 dunia musik pop dinegeri ini , seolah dipenuhi pelaku berusia dewasa namun berperilaku hobbies , bak anak2 yang terus2an menjalani masa puber yang hanya berbalut gelimang di urusan riang gembira , bermain air sambil melempar bola , berteriak berkejaran … tanpa pernah menyadari kakinya menginjak-injak kebun dimana dipenuhi tanaman milik orang lainnya …

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara