rekayasa konspirasi

Saya kenal persis bagaimana hegemoni kapitalis dinegri ini melakukan strategi bisnisnya dalam melakukan penetrasi guna menguasai pasar industri musik pop Indonesia. Diawali semenjak media internasional sejenis MTV yang membungkam program2 musik lokal dimedia televisi2 nasional/swasta yang ada.Yang kemudian ditindak lanjuti dengan MENGUASAI seluruh asset master musik2 pop lokal , baik yang sudah beredar maupun yang masih mendekam laci serta tersebar dikalangan para ‘produser’/ pemodal lokal dikala itu.

Setelah distribusi pasar bagi produk lokal sebelumnya ‘dihentikan’ , HIRE [rekruitmen] semua pelaku2 industri yang sebelumnya dikenal dengan harco society , atau ‘mafia glodok’ demikian saya menyebutnya. Lalu bermunculan-lah aneka musik dalam jumlah yg signifikan namun dalam format ragam yang sama , yaitu format MTV (estetik) untuk menyingkirkan format pop Indonesia yang sudah dikenal dan ada sebelumnya.

Bukan hanya sekedar ‘perang bisnis’ yang wajar2 saja andaikan strategi diatas tetap menghormati dan tunduk mengacu kepada aturan bisnis baku yg bersifat universal dan fairness. Selain penerapan KARTELISASI yang vulgar dan pelanggaran terhadap norma2 ANTITRUST LAW yang kasat mata dan didiamkan saja , investasi asing tersebut secara jelas2 bersifat devisa yang dibawa lari keluar negeri , pula terjadi diatas ketimpangan atas hak2 ekonomi yang menindas produsen lokal / seniman musik Indonesia yang semakin men-jadi2.

Hal yang paling esensial yang harus saya lawan adalah upaya JAHAT yang secara diam2 & sistimatis berusaha MENGHAPUS jejak sejarah musik pop Indonesia. Semua karya musik dan lagu yang pernah saya ciptakan nyaris semuanya ingin DIPERBAHARUI dengan versi2 barunya , tanpa menyebut darimana asal usul dan siapa yang mempopulerkannya , tujuan untuk mengelabui dan menghapus termasuk jejak2 langkah saya sendiri dalam mengabdi pada musik pop di Indonesia

Siapakah yang akan meng-advokasi para pencipta dan musisi2 Indonesia dikala generasi2 baru berikutnya tidak mengenal siapa2 saja para pendahulunya dan apa2 saja yang pernah dikerjakan oleh mereka. Bahkan ‘peradaban-jurnalis’ sekalipun nyaris punah , diganti dengan barisan wartawan2 bodrex dengan motto setia mengabdi menjadi ‘JURU BICARA’ bagi perusahaan2 / major2 label yang ada.

Generasi yang ahistoris , yang kelak akan diperlakukan sama oleh generasi2 baru yang akan datang menyusul di-masa2 berikutnya nanti. Saya bukan siapa2 yang dapat merubah sistem , namun saya adalah bagian dari Gerakan PERLAWANAN yang harus DIBANGUNKAN – Fuck The Mainstream!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara