renunganku

Renunganku menjelang 17 Agustus 2012

Satu hal yang sering tidak diabaikan atau terlewatkan dari berbagai renungan kita semua ketika memperingati Peristiwa Besar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Yakni kalimat : BER-BANGSA dan BER-NEGARA. Kita hanya terpaku pada konsep Ber-Negara yang merdeka , bebas dari segala bentuk penjajahan serta berhak meraih kesejahteraan yang setara dengan bangsa2 lain di dunia. Menyerukan semangat Ber-Negara sambil meremehkan kalimat lain dalam konteks Ber-Bangsa. Ber-Bangsa acapkali disederhanakan maknanya , seolah dia adalah bagian yang sudah integral dalam pengertian Ber-Negara.

Indonesia adalah Negara Bangsa , pengertian Negara Bangsa adalah Negara yang mengelola berbagi sub-kultur-budaya dari beragam Bangsa2 berbeda yang menghuni dipelosok Nusantara. Setiap Bangsa mempunyai watak perilaku Adat Istiadat dalam menghormati ajaran2 nya masing2. [warisan leluhur] , disebut Budaya dalam satu Kebudayaan

Namun , sebagaimana dipahami bahwa kebudayaan adalah sebutan bagi sebuah konsep bermasyarakat yang bersifat dinamis maka , ada kebudayaan yang sudah melebur menjadi satu dengan kebudayaan baru yang telah disepakati bersama , namun ada juga kebudayaan yang masih menjunjung tinggi kebiasaan2 lama yang masih dipertahankan oleh masyarakatnya itu sendiri.

Tugas Ber-Negara yang paling utama adalah tidak mencederai konsep Ber-Bangsa yang saya maksud diatas. Menyelenggarakan ATURAN lewat HUKUM a/n Konstitusi Negara agar kepentingan setiap bangsa2 yang dipayungi a/n Hukum Negara tidak ada yang dirugikan.

Kembali pada semangat sebelum terwujudnya Deklarasi Kemerdekaan : Semua orang a/n Pemuda Pemudi di Nusantara bersepakat untuk mengusir penjajah dari Bumi Nusantara , agar wilayah ini terbebas dari penjajahan.

Setelah penjajah pergi … koq lupa pada esensi tujuan KEMERDEKAAN itu sendiri , bahwa setiap orang / setiap bangsa menuntut keadilan yang sama demi tercapainya kesejahteraan yang setara dengan bangsa2 lain didunia.

Semua orang nyaris hanya berdebat argumentasi [berpolitik] ditataran membangun NEGARA … koq lupa bahwa tidak akan ada Negara Indonesia jika tidak ada Bangsa-Bangsa yang mau untuk menjadi Indonesia.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara