fanatis & kultus

fanatisme dan kultus-individu … darimana munculnya?: Ketika saya mengapresiasi kerja seseorang yg membuat saya menghormati orang tersebut. Sebutan ‘menghormati’ itulah yang harus dikelola dengan baik agar saya tidak menjadi fanatik hingga mengkultus individukan seseorang

Perilaku menghormati membuat kita ingin mengenal lebih jauh orang tersebut , selanjutnya lahir satu kondisi dimana ‘menghormati’ menjelma menjadi sikap atensi lewat ucapan atau juga bisa dalam bentuk tindakan2. Pada tahap ini tingkat kesulitan untuk mengelola rasa ‘hormat’ menjadi lebih tinggi lagi kadarnya [kompleksitas]. Kita mudah terjebak dalam alur romantisme sentimentil yang berkecenderungan menipu serta membutakan.

Disisi lain , ada hal yang tak kalah pentingnya: Yakni , membuat orang yang kita kagumi menjadi merasa terganggu (privasinya) , atau bahkan membuatnya merasa ‘ketakutan’ pada bayang2nya sendiri. Menjadi ketakutan , karena merasa tak mampu memenuhi harapan2 / espektasi dari apa yang selama ini telah diletakkan diatas pundaknya sebagai sebuah ‘beban’.

Karena hidup adalah untuk saling memberi [take and give] , maka ketika saya memberikan sesuatu kepada orang lain … sayapun menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama

Dari dialektika yang berkeseimbangan , barulah kecerdasan intelegensia bisa dibangun secara ber-sama2

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara