psikologi komposisi

mari belajar rumus : psikologi komposisi [substansi]

Pemusik yang baik akan melengkapi kemampuan dasar dalam mengelola bunyi instrumen musik yg dimainkan > itu basic. Mudah u/ mewujudkan totalitas berekspresi yg ingin disampaikan jika hal tersebut dilakukannya sendiri (solo lewat instrumennya). Namun , menjadi lebih komplex , tidak sesederhana itu ketika ekspresi secara solo/sendirian tersebut hadir secara berbarengan bersama ekspresi2 bunyi instrument lainnya dalam satu format / konfigurasi komposisi.

Saya tidak tertarik membahas secara tehnis melalui bahasa text book , tapi mengajak anda berpiikir menggunakan otak kiri dengan bahasa kalimat yang lebih awam , cair , egaliter serta alamiah

Ketika kita bermain piano atau gitar sendirian ataupun bergumam bernyanyi dikamar mandi , sering bisa kita rasakan , ekspresi natural yang membuat DENYUT NADI bekerja secara empiris dng kehendak pikiran yang bekerja dalam satu kesatuan PERINTAH. Ini saya sebut sebagai ke-sifat-an dari totalitas berfungsinya kerja seluruh organ tubuh manusia yang disebut : manusiawi.

Lalu mengapa ketika berbunyi secara berbarengan … koq DENYUT NADI yang pernah terasa sebelumnya malah menjadi hilang lenyap? Lalu menjadi barisan suara ‘tanpa makna’ atau kemegahan yang terlampau artifisial bahkan memunculkan kedangkalan2 yg naif yang tidak pernah terduga … dlsb. Padahal dalam membunyikan alat2 musik secara ber-sama diatas , kita sudah berpedoman pada aturan yang sama , seusai teori yang diajarkan dan ditulis secara text book sebagai panduan yang baku.

Musik bukan text , musik itu pesan tentang makna hidup yang disampaikan oleh seseorang untuk diterima lalu dimengerti dengan baik oleh orang2 lainnya. Yang dijuluki sebagai ‘orang’ , itu adalah makhluk yang namanya manusia … artinya , pesan2 tersebut DITUNTUT untuk mengusung sifat2 kemanusiaan yang manusiawi. Manusia bukan ROBOT yang bergerak dan baru bekerja sesuai perintah binary yang terarah , terstruktur dan yang predictable.

Manusia adalah makhluk emosional yang unpredictable , denyut nadi , detak jantung , konsentrasi dalam pikiran … ketika berada dalam satu ruangan tidak akan sama ketika dia berada diruangan yang berbeda , sekalipun hanya beberapa jengkal jaraknya. Sebab setiap ruangan dimana manusia hidup/tinggal didalamnya , mempunyai dimensi persoalan yang ber-beda2 , tidak akan pernah sama sebagaimana binary memberi perintah pada ROBOT untuk bergerak dan bekerja seperti slogan teh botol sosro maupun coca cola

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara