dialog imaginer

si ‘A’ disebut sbg tokoh tiga juta umat , umat remaja chit-chat
si ‘B’ disebut sbg tokoh tiga juta umat , umat romantisme idola
si ‘C’ disebut sbg tokoh tiga juta umat , umat aliran agama
si ‘D’ disebut sbg tokoh tiga juta umat , umat … bingung
si ‘E’ disebut sbg tokoh tiga juta umat , umat … pelupa dan si ‘F’ sampai si ‘Z kuadrat’ , umat … entah apalagi namanya

Negeri itu sepertinya sudah kebanyakan tokoh , hanya saja sayangnya tokoh dihimpun dengan menggunakan asumsi : ‘yang terbanyak mendatangkan keuntungan materi’. Disanalah mental pedagang kelontong berfungsi sebagai mata air sumur2 yang akan menghidupi sistim berpolitik dalam kehidupan mereka

Tambahkan saja didalam klausul baru bagi NKRI > NKRIi , Negara Kesatuan Republik Indonesia instan [alias mata duitan]

Mereka sangat membutuhkan lowongan dan lapangan kerja untuk menampung badan2 besar berotot tapi berotak kecil2 , untuk menjadi pekerja kasar , selebihnya centeng2 bagi para juragan

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara