mencapai intelegensia memadai

Intelegensia memadai itu bukan berarti sebutan bagi orang pintar yang ‘all round’ bisa apa saja. Tapi kemampuan untuk memilah topik2 bahasan , dari sudut dan perspektif mana dia harus disikapi ketika orang tersebut hendak ikut mengomentari

Kalimat yang berhamburan dari para politisi yang bertengkar jangan diterjemahkan secara verbal , seolah sama dengan bahasa para pedagang sayur dan ikan yang ada dipasar. Kalimat seorang pemimpin / presiden kepada jajaran aparat pemerintahan sekalipun jangan pula direduksi seolah hanya berurusan dengan persoalan yang ada didalam benak sesuai pola2 pikir kita sendiri … ini kebebasan berpendapat yang konyol dan membuat kita semua nggak maju2 , selain pandai berkelahi kata-kata.

Berkelahi kata-kata itu job description-nya politikus … jangan semua orang pengen jadi politikus , nanti nggak ada yang kerja dan nggak ada yang ber-produksi

Berpikir dengan analogi paling sederhana , disiplin menggunakan logika seharusnya. Akan ditemukan nalar dan insting , naluri realisme yang tidak akan membabi-buta

Masyarakat itu layaknya deretan barisan gerbong kereta , kaum pekerja adalah lokomotifnya. Pemimpin daerah itu pengelola yang mengawasi stasiun persinggahan. Pemimpin utama tugasnya bekerja dipusat administrasi.

Letakkan persoalan secara proporsional ditempatnya masing2 , jangan gebyah uyah

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara