kegaduhan meriah

Tidak juga ada yang berpikir untuk masuk bengkel turun mesin , semua orang ngotot memaksakan diri melanjutkan perjalanan ; yang dicari adalah pengemudi pintar.

Tidak juga ada yang berpikir untuk stem piano , semua orang ngotot memaksakan diri score/partitur harus segera berbunyi ; yang dibutuhkan adalah pemusik handal

Tak juga ada yang berpikir untuk lepas baju sebelum mencebur air , semua orang ngotot memaksakan diri menyelam mencari harta karun yg terpendam ; yang dibutuhkan adalah keberanian

Maka digelarlah lomba mencari bakat supir paling pintar, pianis paling brilian , penyelam yang berani mati. Semua orang tergiring larut dalam sebuah arena pertunjukan pesta demokrasi yang meriah …

Indonesia mencari figur tokoh sakti mandraguna , panutan setangguh dewa dalam cerita2 pewayangan astina pandawa. Perjalanan sepanjang 10 kilometer cukup dilihat 10 cm-nya saja sebagai peluang dan kesempatan yang tidak boleh di sia2kan

Bagi kelompok politisi pragmatis: “harus bisa , segalanya mungkin , sebab kesejahteraan tidak datang jika kita diam berpangku tangan saja “; demikian slogan hebat yang selalu terdengar untuk membangkitkan semangat 45. Padahal alasan utamanya adalah: tanpa itu mereka akan kehilangan lapangan kerja.

Bagi masyarakat sipil pragmatis: “apakah itu arti mungkin atau tidak mungkin? Bukankah hidup harus dijalani seperti apapun kondisinya , daripada nggak ada yang diomongin , lebih baik ikutan ngetwit suara kicauan burung dibelantara maya”, bisa melampiaskan berbagai kegundahan internal yang tidak berjawab [representasi dari demokrasi kegaduhan]

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara