Ber-Ke-Tuhanan
Dibawah alam sadarku ada yang berbisik “Kau diciptakan bukan untuk me-niru2 sifat Malaikat , kau manusia , berperilakulah progressive seiring ilmu baru yang selalu diketemukan bagi kemaslahatan hidup orang2 yang ada disekitarmu , usah takut pada agama tapi takutlah hanya kepada-NYA. Pun bila kau memantik dosa telah disediakan tempat2 ibadah untuk menuai berkah dan pahala”
Dosa tidak bisa dihapus , tapi akan ditimbang … mangkanye’ aye rokenrol jek , karena ilmu selalu akan berkembang , tuntutan jaman juga takkan pernah berhenti. Hanya orang yang memikirkan dirinya sendiri enggan beranjak pergi , fanatisme itu kedok
Kehidupan diatas bumi ini ibarat mengelola konflik , keniscayaan dari adanya kepentingan2 yang berbeda antar strata kelas sosial / agama. Selalu ada pihak yg diuntungkan dan selalu ada pihak2 yang dirugikan. Pertempuran ‘ideologi’ antar sesama umat/insan , tempat manusia menuai segala dosa yang kodrati. Manusia tempat segala dosa … tak perlu diingkari , peran hidup manusia juga untuk menebar kebajikan bagi kehidupan sesama yang ada dalam jangkauan wilayahnya sendiri2.

















