out of focus

“mengapa selalu tidak fokus pada persoalan” :

Dunia musik saat ini disebut memperihatinkan , sebab: a. ulah pembajakan , b. gulung tikarnya label2 mapan , c. bisnis rbt yang sudah tidak menguntungkan , d. invasi musik2 korea jepang , e. jangan2 karena musim hujan tidak juga datang

Selalu saja mencari celah untuk kesalahan agar ditimpakan sebagai beban alasan. a. pembajakan subur karena ketimpangan supply dan demand yg dipicu tak terjangkaunya daya beli konsumen b. label mapan gulung tikar karena disparitas nilai tukar ($) investasi asing yang semakin jauh dari logika prod.cost versus break even point apalagi menjangkau profit , c. durasi rbt itu untuk bisnis halo-halo nada panggil telpon bukan sarana bisnis musik , d. dominasi artis asing (produk import) karena biaya terjangkau serta profit and loss yang lebih konkrit dan jelas

Dunia musik pop memperihatinkan > karena tidak ada KARYA dari para produsennya yang mampu BERSAING. Itu FAKTA , kenapa tidak mampu bersaing? , barulah kemudian bisa ditelusuri alasan2 yg menjadi faktor penyebabnya , dicari jalan keluarnya … dari mulai membenahi sektor Hulunya sendiri.

Analogi ‘lempar batu (kalau bisa) sembunyi tangan’ diatas tidak hanya terjadi pada industri musik pop di negeri ini , tetapi menyebar menjangkiti semua bidang profesi dan jabatan2 yang menuntut integritas , kapabilitas profesi.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara