aku bangga jadi anak Indonesia

KEBUDAYAAN Indonesia itu hanya mengenal : apa yang diserap & dikembangkan lalu menjadi INPUT. Selanjutnya input ber-proses hingga menjadi OUTPUT untuk dinilai hasilnya : “Baik atau Buruk – Bermanfaat ataupun Tidak Bermanfaat”

Urusan2 lain di-tengah2nya (antara input dan output) adalah METODE atau CARA. Cara bisa menggunakan beragam bentuk dan versi yang dianggap paling cocok dan sesuai. Tetapi OUTPUT adalah fakta hasil akhir yang tidak bisa direkayasa. Agar BAIK bisa dianggap menjadi buruk , agar MERUSAK bisa dianggap menjadi bermanfaat . Itulah kebenaran sejati yang sebenarnya dari satu Kebudayaan sebuah Bangsa

Kebudayaan selalu diawali dari sistim berpolitik , lalu bagaimana mungkin orang bisa merawat kebencian membabi buta hingga ‘tidak peduli & tidak mau tau dengan urusan politik. Nih … dibawah ini saya jelasin dengan cara ‘bego2an’ , pake logika lempeng sederhana ala logikanya ‘kang sayur

a. politik itu melahirkan tatanan Hukum , terutama Hukum untuk mengatur cara2 ber-ekonomi (paling penting) , sebab dia terkait langsung dengan hak hidup orang banyak (masyarakat). Maka jika politiknya semrawut , sudah pasti Hukumnya akan lemah. Ciri2 khas dari Hukum yang lemah adalah cara2 masyarakatnya dalam ber-ekonomi , pasti juga akan amburadul nggak keruan

b. masyarakat ekonomi amburadul diatas , tidak akan pernah bisa menghasilkan produk apa2 selain menjadi konsumen yang hanya butuh makan dan minum untuk melengkapi nafas. Kalau toh maksa mau bikin produk..ya jenis produk yang sama2 amburadul hasilnya [kualitas maupun azas manfaat dari produk itu sendiri]

Lalu … tengoklah kebudayaan Indonesia hari ini , bandingkan dengan jaman Soeharto (walaupun se-jelek2nya) : Disektor Produk Tehnologi masih ada kemampuan untuk bikin pesawat terbang dll walaupun dimulai dari joint-venture. Disektor Produk Ekonomi masih bisa swa-sembada pangan , ngebantuin negara tetangga , beras dsb. Disektor sosial budaya: sekolah2 / tempat pendidikan tingkat tinggi dinegeri ini menjadi pedoman bagi bangsa2 lain (asia tenggara) untuk ikutan belajar disini … belum lagi produk2 kesenian / musik2 modern yang dihasilkan di era tersebut.

Artinya , kalau ada orang ngomong : yang penting kita bekerja dengan nyata dst … [bekerja nyata yg seperti apa? kemanakah ujung manfaat dari kerja yg disebut secara nyata tersebut]

Kalau ada yang ngomong : kita sudah lebih maju dari hari kemaren dlsb … apa indikator dari produk2 kebudayaan yang menjadi rujukan untuk bisa disebut ‘lebih maju’ diatas … jangan ngelindur ah , bangun nape’

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara