dendam & hukuman

Bisakah membedakan antara DENDAM dengan HUKUMAN.

Muatan dendam itu subyektivitas kebencian yang muncul dari satu akibat perilaku melukai hati atau perasaan seseorang terhadap orang lainnya. Dendam bisa dihapus dengan berbagai cara sesuai dengan cara keyakinan dari masing2 kebiasaan yang berlaku dilingkungan masyarakatnya sendiri2 (paradigma budaya)

Sedangkan HUKUMAN , adalah satu ketentuan yang pasti. Yang tidak boleh diintervensi oleh subyektivitas persoalan2 lain diluar ranah sanksi bagi HUKUM yang dilanggarnya itu sendiri.

Sudah saya tuliskan pula sebelum ini , bahwa konsekuensi Hukum juga dipahami secara 2 (dua) dimensi : Positif dan non tekstual. Keduanya sama2 bersifat SANKSI yang suka tak suka harus dipatuhi. Hukum adalah panglima tertinggi bagi masyarakat yang mengenal adab , menghormati adab dan menjaga kualitas adab secara bersama.

Tanpa ADAB , maka seperti yang ditulis dalam kolom opini sebuah harian : Negara tanpa Rechtsstaat [recht: kebajikan , moralitas publik , benar , adil , patut , sah , harkat] Ukuran2 tentang nilai moralitas yang selalu ditekankan oleh : Aristoteles , Jacques Rousseau , Kant , Hegel , John Rawls , Ian Shapiro , Michael Sandel dan lainnya . [kompas 4 oktober 2012]

Kita harus belajar banyak tentang : Apa gunanya aturan yang harus ditakuti , bukan takut kepada orang. Takut pada HUKUM , sebab hanya Hukum yang mampu menjaga kualitas adab didalam satu Peradaban.

Sediakan 100 peti mati , 99 untuk koruptor, 1 untuk saya jika saya melakukan korupsi ; itu kata Zhu Rongji. Sediakan pisau dapur kalau saya berzinah kesana kemari potong saja titit saya ; itu kata Yockie :(

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara