industri banal

“Apa itu banalisme industri”

Pada jaman Renaissance Yunani/Roma kuno diabad XV , musik adalah representasi dari ungkapan segala dinamika persoalan hidup yg ada dalam benak pikiran orang2 disaat itu , serta hanya untuk digunakan sebagai medium/alat kelengkapan ritual berkomunikasi bagi pengabdian manusia kepada Sang Maha Pencipta , para Dewa , para Mbaurekso hingga bertahta dibawah mahkota Raja-Raja yg dianggap sebagai wakil dari para Penguasa yang ada diatas langit.

Diabad XVlll , modernisasi melahirkan tehnologi , tehnologi melahirkan Sistim Industri , maka semenjak itulah MUSIK mengawali babak sejarah barunya. Tidak lagi hanya mengusung sifat2 pengabdian secara Vertical (keatas) , namun juga mengusung sifat2 pengabdian pada hidup bagi kehidupan diantara sesama umat manusia lainnya secara Horizontal.

Dinegeri ini , baru pada akhir abad XVIX industri musik dikenal dan tumbuh berkembang. Perkembangan industri yang tidak terkawal oleh norma2 yang seharusnya diajarkan sebagai bekal untuk meletakkan ETIKA . Apa itu musik , seperti halnya Apa Itu Agama , Apa itu Tradisi , atau secara menyeluruh ‘an sich’ Apa itu Kebudayaan dimana segala unsur2 Kesenian hingga musik ada didalamnya.

Penjelasan ringkas diatas , untuk kita gunakan sebagai landasan berpikir. Ketika hendak memahami fungsi Musik dan meletakkannya bagi kepentingan berputarnya roda ekonomi lewat sistim Industri. Atau fungsi musik secara harfiah dan peran2 sosialnya bagi kehidupan ber-aneka ragam bentuk budaya dari Kebudayaan setiap orang dari setiap Bangsa2 yang hidup didunia yang sama

Dengan kata lain : Industri itu untuk mendistribusikan kepentingan terselenggaranya mekanisme kesejahteraan ekonomi dengan cara2 yang tetap menjunjung tinggi ETIKA pengabdian dari fungsi2 seni/musik. Industri musik yang mengabaikan etika seni disebut industri yang banal > banalisme Industri

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara