budaya permisif

Baiklah , ini salah satu contoh konkrit dari budaya permisif yang membuat tabungan toleransi saya defisit lalu berwarna merah alias terkikis dan bangkrut maaf!

“sudahlah mas … dimaafkan dan lupakan semuanya , tak perlu lagi di ingat2″

Seperti yang saya katakan diatas , mengobral ‘maaf’ mengakibatkan hidup bisa kehabisan maaf. Tengoklah diluar sana , tentang berbagai pertengkaran2 skala horizontal maupuan vertikal yang terjadi ditengah masyarakat … itu semua adalah akumulasi dari orang2 yang kehabisan ‘maaf’ karena setiap kali ada persoalan yang muncul , selalu saja disuguhi dengan hidangan ringan kata : ‘MAAF’

Mayoritas masyarakat yang gemar berperilaku layaknya ‘nabi’ , namun hanya untuk mencatat dan menghitung apa yang dirasa sudah mereka BERI , ‘nabi-nabian’ yang tak pernah mengingat apa yang sudah mereka DAPAT… perilaku maafnya adalah kamuflase dari budaya PERMISIF tidak mau peduli pada ATURAN. Bagi mereka selama tidak berurusan dengan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri , maka disanalah tempat mereka untuk berkhotbah tentang berjuta-juta MAAF.

Demo menyampaikan aspirasi dengan demo melampiaskan emosi … jelas 2 hal yang berbeda.Lalu .. kita masyarakat yang tidak terlibat langsung dijalan dalam aksi2 demo pelampiasan emosional yang kemudian melahirkan berbagai tindak kekerasan … biasanya hanya bergumam :

“Ngapain sih demo kayak gitu itu .. mengganggu ketertiban saja BLABLABLA” …dan seterusnya.

Padahal kita semua adalah bagian dari masyarakat PERMISIF yang seharusnya turut bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa2 seperti diatas. Karena kita semua adalah para designer dari sistim sosial kemasyarakatan itu sendiri …

Di-tengah2 jalan para mahasiswa/buruh berkata: “pahamilah kami … kami menyuarakan kepentingan kalian sendiri juga , ber-EMPATI-lah dengan kemacetan2 yang ditimbulkan ini sejenak” .. dlsb

lalu para pengendara otomobil2 berhawa sejuk dingin bergumam: …ah , elu hanya nyusahin urusan gw aja , nggak penting demo2 kayak begituan!

Dimensi pengendara mobil mewah dengan dimensi buruh/mahasiswa dijalan … sedang ‘mengkerucut’ merayap menciptakan korosi kanal2 katalisator bagi titik2 temu BENTURAN HORIZONTAL dengan skala yang lebih dahsyat

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.

elektronik sigara