k-pop

Yang disebut musik itu hanya estetik bunyi harmoni , sedangkan yang disebut dengan karakter itu lahir dari sifat dan perilaku setiap manusia pemusiknya itu sendiri … bercerminlah didepan kaca untuk mengenali karakter anda lewat pemahaman musik yang anda tau , sudahkah Indonesia yang nyata atau sebatas ngendonesia …

Karakter musik Indonesia hanya bisa ditemukan dari orang2 Indonesia yang bergumul dengan peristiwa2 hidup yang dijalaninya sebagai orang Indonesia. Bukan orang Indonesia yang getol bicara tentang masalah orang lain bahkan hanya ber-andai2

Banyak orang yang memandang sebelah mata bahkan mencaci dan menghina korean-pop … harusnya malu! sebab bangsa Korea lebih cerdas dalam mengembangkan kultur pop mereka hingga menembus benua amerika , sementara disini masih saja hobi men-cari2 kesalahan dan kekurangan orang lain untuk dijadikan kambing hitam … padahal diri sendiri yang tak mampu bersaing

Musik diatonal itu produk kebudayaan bangsa Eropa , namun menjadi tools bagi seluruh warga dunia untuk menggunakannya sebatas media untuk berekspresi … ekspresi dari karakter2 itulah yang punya tempat di peradaban maju. Brazilia , Jepang , India bahkan sekarang Korea … kapan Indonesia bisa nyusul?

Kalau masih sebatas bermimpi pengen bisa persis seperti Metallica … benamkan saja kepala kedalam sumur belakang.

Manusia dengan keperibadian absurd : itu jenis yang sok2an fanatik dengan produk budaya maju (musik barat) dimana didalamnya terkandung makna/substansi dari kecerdasan intelektual , artistik tinggi dsb … tapi itu semua watak dan keperibadian orang lain yang muncul dari peristiwa dimana orang lain itu berinteraksi dengan permasalahan lokal diantara mereka sendiri.

Lalu dikenakannya simbol2 sbg alat kelengkapan euforia agar bisa mem-bayang2kan seolah sudah menjadi bagian dari orang lain tersebut.Kalau meminjam istilah Benyamin (alm) … kelamaan ikut2an be-jemur (sun bath) sampai lupa nimba sumur

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara