namanya paradoktehk

Satu lagi paradoksal tehnologi yang tidak diabaikan atau jangan2 memang tidak dimengerti ketika musisi melakukan eksplorasi melalui paradigma tech.digital.

Ini perihal ekspresi yang dihasilkan baik lewat sistim instrumentasi midi maupun auditif vocal

Tulisan ini untuk berbagi ‘pencerahan’ agar tidak keliru orang memahami yang mana yang disebut modern dan mana yang sudah menjadi kebiasaan dimasa silam (oldschool dll)

Jangan asal ikut2an ngomong jadul (dng konotasi negatif) tanpa mengerti persoalannya sendiri. Istilah2 seperti itu bikinan Industri untuk menggiring konsumen agar setia menjadi langganan trend yg diciptakan bahkan budak-budak pembeli produk musik yang setia. Setialah pada Kecerdasan bukan terkungkung di kebodohan

“membunuh karakter” … itulah hasil penggunaan tech.digital tanpa memahami perilaku dari karakter tehnologi itu sendiri. KARAKTER itu sendiri secara definitif (bidang musik) dibagi menjadi beberapa kelompok a/l: Karakter yg dihasilkan dari BUNYI dan karakter yang diusung lewat pesan kata / ditulis lirik / disampaikan lewat nyanyian lagu oleh seorang vocalis

Namun , bagaimana orang bisa tau dan ikutan berpendapat bahwa perkembangan musik pop sekarang ini seperti tidak punya karakter atau kehilangan karakter? … kalau mereka tidak tau apa itu definisi karakter yang dimaksud? … haduuuh biyung … tobil anak kampret

diluar kegiatan recording , dampak dan akibat akibat lainnya sbb:

konser preparation:
panggung / stage rigging suppliernya siapa? … si anu mas ; top!
lighting suppliernya siapa? … si anu mas ; hebat!
multi media screen&led dll suppliernya siapa ; si anu mas ; good!
audio system support suppliernya siapa ; si anu mas ; hebring!

konser on the move:
“blang ketuplak kublang ketuplak kublang oh yeah com’on oh yeah”

koq nggak pada nyambung ; ah nyambung koq mas .. ; o gitu ya

asal panggung berdiri , kan sudah sesuai fungsinya mas ..
asal lampu menyala , kan sudah sesuai kontraknya mas ..
asal multimedia sibuk , kan sudah sesuai tehnologinya mas ..
asal suara kenceng , kan sudah sesuai target jangkauan ruang mas ..

lalu yang mau ditonton apa? ; pertunjukkan musik kan mas? ; saya mendingan nonton musik diteve aja kalau gitu

Mereka tidak faham fungsi panggung , tidak faham fungsi lighting , tidak faham fungsi multi media , tidak faham fungsi sound system … Bahkan tidak faham fungsi bunyi. Lalu apa yang mereka fahami? … mengoperasikan temuan tehnologi dan memainkan alat musiknya sendiri2 , itu yang mereka cukup ahli

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara