penipuan bukan persepsi

PERSEPSI … dari amatan psikologi sosial dia berfungsi sebagai medium untuk membangun rasa kepercayaan/trust hingga berbagai hal yang bersentuhan dengan image secara personal/pribadi , lalu mendekam jongkok dilantai dasar penampilan atau dikenal dengan narsis , jaim dan seterusnya istilah2 baru apa saja yg bisa muncul nantinya dikemudian hari …

Seluruh kegiatan ber-interaksi antar semua orang tak bisa mengelak atau menghindar dari kebutuhan setiap orang untuk wajib membangun & menghadirkan apa yg disebut PERSEPSI diatas , tak terkecuali bagi saya sendiri sebagai seniman.

Namun , PERSEPSI itu ibarat intangible LOGO untuk diletakkan didalam kepala di otak kiri lalu bekerjasama dengan otak kanan membentuk mindset seseorang. Kehadiran LOGO mewakili SIMBOL2 yang biasanya mengusung MAKNA dan ARTI termasuk bilangan exacta yang terkandung didalamnya. Simbol tanpa menyertai kandungan , kedalaman makna dan arti , sama saja penipuan. Dan ketika berlanjut digunakan sebagai Logo yang hanya memanfaatkan ‘simbol-simbol’ kosong seperti itu , menjadi kejahatan kemanusiaan paling esensial > Pencitraan-Setan

Jangan asal ikut2an sok mengikuti faham filosofi bangsa2 dari peradaban yang sudah terlebih dahulu maju , tanpa mempedulikan struktur makna yang harus dicerna dan ditaati terlebih dahulu.

Banyak orang ber-metafor perilaku asal menirukan The Beatles: Hey Jude don’t make it bad …don’t carry the world upon your shoulders , lalu cuek acuh tak acuh , permisif dan apapun yang dilakukan serta ditampilkan yang penting “inilah saya , inilah karakter saya , ini GW BANGET” . Be yourself , katanya … hadoh

itulah yang saya ingin sampaikan di STATUS ini tentang PERSEPSI , dia medium yang diperlukan dalam hidup , sekaligus juga untuk harus dipertanggung-jawabkan , bukan ilmu pengetahuan yg bisa dicomot begitu saja dari negeri seberang , atau bahkan hadiah/gift gratisan yang turun dari langit.

Orang bisa punya persepsi apa saja tentang saya … tetapi saya mempertanggung-jawabkan persepsi yang saya bangun sendiri

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara