budaya gaul

Menuju: PERGAULAN SEHAT … tau nggak artinye?

artinye kita harus menciptakan dunia pertemanan dan sebanyak mungkin bisa bersahabat dengan banyak orang , bersahabat dengan banyak orang itu akronimnya adalah : “menghindari gesekan2 kepentingan yang seringkali berujung pada konflik perseteruan” , gampang dan jelas dicerna koq

yang menjadi persoalan adalah: apakah yang dimaksud dengan KEPENTINGAN diatas? … semua orang punya agenda kepentingan , kalau nggak punya agenda kepentingan maka jangan coba2 bermasyarakat , semedilah menyendiri dikaki gunung dan menjadi kaum ‘brahmana’ yang melepaskan diri dari aktivitas keduniawian , atau sebaliknya yang ekstrim berkumpullah dihutan dengan wak-wak yang bergelantungan dipohon rambutan

Saya merasa kita semua saat ini sudah harus aware/waspada secara substantif dengan yang disebut KEPENTINGAN termaksud diatas. Apa dan bagaimana kepentingan yang ber-beda2 antara saya dan anda serta mereka … tidak akan menjadi kendala andaikata semua orang MENGERTI dan benar2 bisa MEMAHAMI : kita ini sama2 orang Indonesia yang punya KEPENTINGAN sama

Anda bersahabat dengan saya … belum tentu saya akan meng-iya-kan kebiasaan2 yang anda lakukan , saya bisa protes bahkan marah. Tapi yang disebut “protes dan marah” itu ada diruang BER-NEGARA INDONESIA , sedangkan cekakak cekikik bergandengan tangan , bermusyawarah saling memaafkan kesalahan itu ada diruang BERBANGSA INDONESIA … jangan hantam kromo apalagi mencampur adukkan kehendak KEPENTINGAN

pergaulan saya dengan beberapa kalangan insan musik diruang ber-NEGARA bisa disebut rusak & harus segera ditemukan metode2 untuk merenovasinya. Tapi di ruang ber-BANGSA saya selalu berusaha untuk menyapa terlebih dahulu jika bertemu mereka , ramah apa adanya tanpa perlu merasa risih … *saya nggak peduli apakah mereka akan berpikir serupa atau tidak*

itu juga mungkin yang dipahami oleh sebagian orang ttg jsop yang kontroversial . Lalu siapakah sebenarnya yg kontroversial jika sudah memahami substansi dari sebuah pergaulan / persahabatan. Ada lirik lagu swami yang bertutur: Aku juga dianggap sinting sebenarnya siapa yang sinting. Atau juga lagu Kehidupan : pikirkan … renungkan … dst

“tapi orang hidup kan harus berpikir praktis mas” .. ; nah itu bedanya. Benar … bahwa seniman itu hidup juga harus praktis/pragmatis , tapi daya imaginasi yg melahirkan proses kreatif lahir dari alam non pragmatis/praktis , artinya ‘intangible’ itu bagian terpenting dari profesi mereka. Secara definitif intangible itu adalah ‘alam neumenal’ , untuk mengantisipasi ‘kenyataan’ yang akan segera hadir

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara