nyeletuk ah!

dari dulu saya nggak suka dengan aktivitas politik pragmatis , membuat malas untuk ikut2an mengomentari sepak terjang politisi yang gontok2an dalam kotak2 perebutan kekuasaan. Penjelasan tentang maksud saya ini adalah :

“Mereka bukan lagi berpolitik sebagaimana tugas luhur DISIPLIN POLITIK untuk melahirkan HUKUM dan mengawalnya bersama-sama” [organisasi negara]. Tapi tahu sendirilah … tidak perlu saya menggurui anda semua yg sudah lebih pintar dari saya

Tapi kali ini saya ikutan berkomentar tentang pendapat tokoh politik yang notabene adalah orang2 cerdik pandai , namun perilaku politiknya mendorong semakin terciptanya DISORIENTASI MAKNA bagi publik/masyarakat luas , serta tidak mencerminkan sikap dari INTEGRITAS kompetensinya sebagai cendekiawan itu sendiri

“tahun 2013 adalah tahun politik dst …” demikian saya baca ucapan Wapres Budiono dikoran hari ini. Seolah sah-sah saja terjadi dikotomi orientasi tahun kerja bagi pejabat Negara untuk saling sikut2an memperebutkan jatah kekuasaan di masa2 akhir setiap regimnya. Rakyat / masyarakat seolah sengaja dibuat semakin BERJARAK dengan POLITIK itu sendiri , padahal rumah POLITIK harusnya dipahami sebagai RUMAH RAKYAT dan hakikat berpolitik itu adalah mengelola rumah milik Rakyat , bukan mengelola rumah para Pengelola / Penyelenggara Administrasi Negara , mereka itu hanya pegawai negara [sebagai pegawai seharusnya hanya berpikir untuk bekerja , tidak berpikir untuk rebutan kekuasaan]

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara