integritas

coba pikirin : ada 3(tiga) lantai dari sebuah bangunan perusahaan

lantai dasar adalah urusan gudang yang penuh maling kelas teri , dan ada orang2 yang profesinya mengabdi pada tata tertib administrasi untuk ngeberesin & mengawasi catatan keluar masuknya barang2 , mereka masih bekerja mati2an agar bisa pasang jebakan2 tikus yg mujarab

lantai 1 (satu) adalah urusan management accounting / pembukuan , juga masih terlalu banyak rampok berdasi berkeliaran , membuat orang2 dari seksi penertiban perlu waktu & merancang strategi2 paling jitu agar bisa nangkepin para perampok berdasi tersebut

lantai 2 (dua) adalah urusan marketing & pencitraan , sekaligus ruang para komandan2 yang selalu dapat ‘setoran’ rutin harian , mingguan dan bulanan

Si muntu , itu terbukti cukup berhasil untuk membatasi ruang gerak maling kelas teri (dilantai dasar) walaupun belum berhasil membasmi & menghilangkan , tapi lumayanlah prestasinya … eh’ tapi tiba2 si Muntu sekarang ngotot pengen melamar jadi bos saja dan duduk bareng2 sama bos2 pencitraan yang ‘basah’ dengan berbagai upeti setoran. Alasannya a/l : kalau dia punya jabatan/kekuasaan maka dia akan mampu untuk lebih mengendalikan & memperbaiki keadaan …; percaya nggak?

Integritas dari peran profesi itu ya antara lain : misalnya , kalau diawali dari lawyer / pengacara maka kalau tingkatannya naik keatas , maka jenjangnya ya ke Jaksa penyidik sampai ke Jaksa Agung , atau kalau dari Hakim biasa ya sampai ke Hakim Agung … Tetap STAY di urusan YUDIKATIF tidak ujug2 menyeberang lalu tiba2 ciluk’ba nongol sampai ke EKSEKUTIF … pasti ada maunya tuh

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara