indra-indra lain

Berusaha memahami indra-indra lain diluar PANCA INDRA dari tinjauan awam: Sama artinya dengan berupaya mengenali watak karakter ZAT [ruh] yang ada didalam tubuh yang selalu menghadirkan terpenuhinya rasa dari berbagai keinginan. Hal tersebut hanya bisa dilakukan ketika perjalanan bathin seseorang telah menyentuh tahap2 tertentu. Jumlah usia berdasarkan hitungan kalender bukanlah satu2nya faktor penentu , sebab kesadaran bisa hadir kapan saja , jika akhlak terpenuhi

Kebutuhan biologis yang fungsinya untuk melancarkan sistim metabolis strukur tubuh manusia adalah salah satu hal yang menarik untuk di-omongin , jangan2 emang yg ‘ter’ :) Kebutuhan biologis tak bisa dipisahkan dari rasa kesenangan yang juga melahirkan perasaan cinta hingga berakhir di ber-kegiatan seksual , cihuy! mulailah kita semangat ngomonginnya kalau udah nyerempet2 itu [ini yg disebut naluri purbakala]

Dari sejak masa2 puber … masih dalam hitungan jari kegiatan tersebut saya lakukan dengan bantuan selera ‘indra mata’ saja , lalu fokus dan berhenti disana. Selera indra mata yang membidani rasa ingin tau lalu mengeksplorasinya lewat pendekatan materi / uang , alias harus bayar. Ya bayar perek! nggak ada lagi sebutan yg lebih keren dari wanita tuna susila

Setelah masa ‘bajak laut’ tersebut terlewati , saya seperti kehilangan naluri ‘pemburu kasur’ sebab untuk memenuhi kebutuhan biologis diatas , ternyata itu semua bisa dikendalikan dan diatur lewat mekanisme instrument bathin lain [baca: ZAT] selain apa yang saya kenal dengan instrument/alat yg namanya titit [sorry , saya geli untuk menyebut alat kelamin]

Artinya , eksplorasi indra penglihatan [mata] bisa mengajak saya pergi kemana saja , kedunia cangkem , kedunia bau , kedunia dengar , kedunia sentuhan tangan … tanpa encut2 injit2 semut

Status ini juga bermaksud agar saya bisa memberikan gambaran lain ttg makna usia/umur , bahwa: menjadi Tua atau masih Muda itu sama saja … jika kita belum memahaminya maka ujung2nya hanya bermuara di perasaan ‘lemes’ , selesai dan membosankan

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara