arti perjuangan

saya berikan satu gambaran sebuah struktur lewat diagram , untuk membuat orang bisa memahami. Mengapa saya yang notabene seniman musik harus bersusah payah ngomongin berbagai urusan2 lain yang diluar urusan musik dan lagu saja. Dan mengapa yang disebut seniman itu harus merefleksikan kondisi sosial kemasyarakatan yang ada dilingkungan hidupnya itu sendiri-sendiri.

Seniman itu juga hidup dengan cara2 ber-ekonomi , jika orang2 yang bekerja di perkantoran urusan ekonominya melalui mekanisme sistim gaji dan lain2 , maka seniman dari mana?. Jika karyawan negara mendapat tunjangan dll , seniman dapat apa dan dari siapa?. Seniman hidupnya dari karya2 mereka dan hak cipta atas karya2 mereka sendiri , untuk itu harus ada kepastian Hukum guna bisa melindungi. Caranya dengan menegakkan aturan-aturan dalam sistim industri

Tatatan industri itu hanya bisa diatur oleh aturan yang namanya REGULASI. Regulasi itu adalah ‘anak’ dari yang namanya Undang-Undang. Undang2 itu adalah ‘anak’ dari HUKUM yang cuman ditulis diatas kertas. Yang kalau kena air apalagi banjir langsung burem

Regulasi itu hanya bisa diwujudkan layaknya Hukum-positif kalau ada KEHENDAK / TUNTUTAN dari masyarakatnya sendiri yang meminta , kalau tidak ada yang meminta maka regulasi tidak akan pernah ada. Beda makna antara Hukum PerUndangan dan Regulasi itu a/l sbb: Hukum & undang2 itu ibarat kalimat : DILARANG KENCING SEMBARANGAN ; tetapi apakah dijelaskan arti sembarangan itu dimana serta kapan? . Maka regulasi/hukum positif menjelaskan : DIDEPAN PINTU RUMAH GW kapan saja :p

Masyarakat tidak mungkin meminta sendiri satu persatu / orang perorang kepada Pemerintah a/n Negara , tetapi menunjuk wakil2nya di DPR untuk mewakili permintaan2 tersebut. Anda sendiri cukup mengerti kan? seperti apa ‘perfomance’ dari orang2 yang mengaku sebagai wakil2 kita tersebut? apa kerjaan artis2 seniman yg juga ngaku jadi wakil rakyat? mengapa bisa begitu?

Jika ada orang mengatakan pemerintah kita ini kacau … maka siapakah gerangan yang lebih kacau lagi? Memangnya bisa? ada pemerintah jalan sendiri tanpa keterlibatan rakyat/masyarakat?

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.

elektronik sigara