orang indonesia merdeka

bertahun saya ber-opini untuk memotivasi pendapat lain yang boleh jadi bisa berbeda. Namun berbeda bukan asal berbeda dengan cara2 yang sesuka hati mereka saja. Berbeda juga harus disertai dengan argumentasi terukur yang bisa mereka pertanggung-jawabkan. Hal paling mendasar sebagai landasan argumentatif untuk berbeda berpendapat adalah profesi dan kompetensi yang mewakili kepentingan2 lain yang sedang diperjuangkan , oleh setiap masing2nya. Supaya tidak tampak usil mencampuri urusan orang lain

Di blog website ini , kolom comment saya closed karena saya tak kuasa menghindari perilaku yang asal komen untuk menitipkan pesan2 iklan jualan atau pusing meladeni spammers. Saya gunakan facebook sebagai pengganti tempat untuk saya bisa bersosialisasi berikutnya.

Di fesbuk ketika saya membahas satu persoalan tertentu … ada orang2 yang terlibat membahas bersama atau bahkan sekedar membaca , namun keesokan harinya mereka berkomentar berbeda 180 derajat dengan apa yang sudah dibahas bersama sebelumnya. Bahkan cenderung berbahasa ‘buruk sangka’ … mungkin dipikir saya tidak pernah tau tulisan2nya tersebut. Heran saya … mbok ya kalau ada sesuatu hal yg muncul sebagai akibat yang tak terduga lalu harus dibahas kembali … mari kita bahas bersama lagi , jangan mengambil kesimpulan sendiri sambil menggunakan istilah2 yang datang dari saya untuk diputar balikkan maknanya , jahat!

Saya selektif dalam memilih orang2 yang ada disekitar hidup saya karena saya ingin kualitas hidup saya bisa merangkak lebih baik dari hari kemarin. Saya tidak ingin hidup di masa lalu yang sudah lewat. Masa lalu adalah bekal dimana saya bisa menapakkan kaki sampai hari ini guna merancang masa depan , masa lalu untuk dihormati , masa depan saya ya harus saya perjuangkan sendiri

Jika saya merasakan langkah2 hari ini ter-seok2 bahkan terhambat , maka itu juga karena peran orang2 yang ada disekitar hidup saya yang menghambat. Bisa begitu? ya karena saya tidak hidup sendirian , kita kan hidup dalam satu masyarakat

Maka perhatikanlah , orang2 yang tidak merasa menjadi penghambat padahal mereka adalah golongan penghambat … karena mereka ‘bermasyarakat’ dengan masyarakat lain. Tubuh fisiknya memang orang Indonesia , tapi jiwanya … belum tentu

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.

elektronik sigara