kultur pop musik
Akan saya jawab tuntutan bagaimana ekspresi kultur pop / pop culture Indonesia [dibidang musik] itu seharusnya bekerja secara nyata. Kita tidak bisa sekedar mengikuti paradigma tren yang dihasilkan dari cara2 mengadopsi pikiran budaya barat yang telah jauh lebih maju dan berkembang pesat meninggalkan jauh dibelakang kualitas produk budaya pop Indonesia itu sendiri
Semuanya harus dimulai dari ‘awal’ , sebuah perjalanan proses kreatif yang membutuhkan berbagai aspek pemikiran kultural dari manusia Indonesia itu sendiri. Musik bukan urusan hobi ‘remeh temeh’ … musik Indonesia adalah urusan orang Indonesia disaat kita sering lupa : seperti apakah wajah Indonesia itu sendiri.
Untuk menjadi orang Indonesia yg memang mengadopsi produk budaya asing dan menjadikannya ‘adaptif’ dengan persoalan real orang Indonesia itu sendiri … dibutuhkan kemampuan yang lain dari sekedar bisa membunyikan instrumen musik yg sudah baku
Itu semua memang layaknya seperti ruang r&d , yang dinegeri ini kepentingan dan fungsi2nya sama sekali tak pernah diabaikan. Kali ini ada seorang rekan saya > Doddy Soekasah yang merasa terpanggil & bersedia bekerja sama untuk mengatasi segala kemungkinan biaya yang akan dibutuhkan … semoga saja apa yang saya kerjakan ini sedikit banyak bisa turut ‘memberi arti’ bagi dunia musik pop yang sedang sekarat , seperti kumpulan makhluk hidup yang gemar meng-hentak2 namun tak punya darah

















