musik …

musik itu produk scientific … bukan asal bisa main instrumen/alat hingga fasih jumpalitan akrobat not seperti pemain sirkus lalu secara otomatis disebut sudah bermusik, itu hanya sebatas membunyikan alat musik yang bernada ‘doremifasolasido’

Tehnologi bukan sarana sebagai jalan pintas agar orang bisa disebut bermusik dengan cara2 yang singkat serta instan. Musik sebagaimana produk seni yg scientific yang saya sebut diatas harus mampu diuraikan metode cara kerjanya secara ilmiah oleh pemusik2nya itu sendiri , bukan hanya bermodal feeling atau rasa2

Mencari dan menemukan karakter bermusik yang sesuai dengan ruang antropologis , sosiologis berdasarakan domisili setiap manusia secara geografis harus mengacu pada disiplin diatas. Teori berdasarkan textbook hanya sebatas metode awal

Selera yang bicara suka atau tidak suka … bukanlah bahasa ilmiah bagi2 orang yang telah memahami musik dan fungsi2nya bagi hidup dan berkehidupan. Selera itu bahasa ‘ibu-ibu’ didapur ketika memasak rawon dan lain sebagainya

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.

elektronik sigara