‘testimoni diri’

@temen2 semua yang ada di facebook atau sosial media lainnya , saya ingin menyampaikan rasa terimakasih walau sekecil apapun atensi/perhatian yang sudah anda berikan pada saya selama ini , sedikit banyak telah membantu dalam hal-hal yang sangat pribadi & tidak bisa saya katakan secara terbuka

Saya juga ingin sedikit memberikan semacam ‘testimoni pribadi’ tentang apa sebenarnya yang menjadi kegelisahan / beban pikiran dalam sepanjang hidup saya selama ini , sedikit saja dari apa yang bisa saya katakan disini

Saya sebagaimana manusia biasa , pasti tak luput dari berbagai keteledoran atau kekhilafan. Sebagai manusia ada saatnya kita tafakur merenung melakukan introspeksi otokritik dengan khusuk. Saya membaca kembali riwayat dari rentetan peristiwa2 khususnya semenjak setelah tahun 2000 , yang terjadi pada diri saya.

Betapa beringas serta kasarnya kalimat dari susunan kata-kata sumpah serapah yang mampu keluar dari tulisan tangan maupun yang langsung dari mulut saat saya menyampaikan ekspresi kemarahan kepada pers/media maupun teman2 dilingkungan saya sendiri. Tak bisa dipercaya saya bisa melakukan hal2 tersebut …

Bukan mencari ‘pemakluman’ ataupun upaya pembenaran perilaku yang ingin saya lakukan disini , namun upaya menyentuh kesadaran yang hakiki … bahwa saya adalah manusia biasa seperti yg sudah saya katakan diatas sebelumnya.

Semenjak tahun 2000’an saya mengalami rentetan kasus demi kasus , baik itu di era GodBless maupun Kantata. Peristiwa2 tersebut telah merenggut asset moril maupun materiil yang telah saya perjuangkan secara pribadi puluhan tahun dimasa sebelumnya. Hanya satu orang sahabat saya: Rendra yang mengerti dengan sepenuhnya beban dan tanggung jawab yang ada diatas pundak , sebab almarhum juga mengalami hal yang serupa.

Saya bukan nabi apalagi malaikat yang mampu menjaga image agar tampak selalu santun dihadapan publik , saya makhluk biasa yang selalu akan menjadi ‘beringas’ ketika berhadapan dengan fakta akan kenyataan hak-hak hidupnya terancam

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara