hal2 lain …

Baru sekali ini saya melayani infotainment itupun hanya by call , wawancara singkat perihal motivasi gugatan pidana atas pelanggaran Hak Cipta. Selain seperti yg sudah sering saya jelaskan secara terbuka lewat berbagai media informasi , saya juga menambahkan rentetan peristiwa kesewenangan akibat perilaku buruk industri/korporasi yg selama ini terjadi di negeri ini

Sistim monopoli terselubung yang diakibatkan lewat pelanggaran Norma Aturan Hukum Ekonomi secara universal [antitrust laws] , telah menjadikan negara ini bagai Hutan Belantara yg hanya akan dikuasai sekumpulan makhluk2 ganas. Tidak ada tempat bagi makhluk lemah yg enggan bertikai untuk memperebutkan makanan

Jika anda seniman musik ‘pop’ , maka anda hanya punya periode waktu hingga usia 25 s/d 30 tahunan untuk dianggap layak/sah bisa bekerjasama serta difasilitasi dengan baik oleh industri/korporasi [penguasa ekonomi]. Diberi fasilitas dalam artian bukan disediakan sarana untuk bisa mengembangkan ekspresi , namun sebatas di-eksploitasi apa yang dianggap bisa menguntungkan industri/korporasi.

Ketika ruang2 media fisik bagi karya2 musik pop dilanda keguncangan akibat resesi secara global , maka hanya ruang2 ekspresi musikal terbuka [kegiatan off air] atau konser terbuka secara langsung yang menjadi sandaran berekspresi bagi seniman2 pop itu sendiri , sekaligus menjadi tempat untuk menopang kebutuhan nafkah hidup yang harus dipenuhi sebagaimana manusia kebanyakan lainnya.

Apa jadinya kalau hal seperti yang saya uraikan diatas tersebut dibiarkan saja … seniman musik ‘pop’ sebagai warga negara hanya dibatasi hingga usia tersebut diatas untuk punya hak hidup ber-ekonomi disebuah negara yang katanya demokratis , adil serta beradab. Masih terjajah? … bahkan teman sejawat hingga generasi dibawah saya sendiri yang coba2 mau menjajah saya

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara