filosofi musik

Filosofis : aturan Menjalani Hidup itu memang lempeng lurus2 aja tapi banyak kelokan yang harus dilewati setiap saat supaya bisa menjalani segala sesuatunya agar bisa lempeng dan lurus

Sama perihalnya dengan analogi Musik dan ber-Musik … semuanya bisa dibaca dan dipelajari lewat berbagai cara hingga disebut fasih membunyikan atau memainkan instrumen. Namun untuk menjalani birama tempo 4/4 saja , kita sering harus menggunakan pola 1/32 di backmind kepala

Hidup lempeng yang lurus dan birama tempo yang terbaca … tidak sekedar terlihat serta terdengar seperti apa yang tampak dan tertangkap ditelinga melalui suara

“Tempo” , tempo juga punya filosofi sendiri … dalam pemahaman musik dia ibarat denyut nadi , bukan jalannya mesin2 otomatis di pabrik2 yang harus akurat / fixed. Tempo terkait dengan persoalan hati yang di proses oleh otak > menjadi emosi.

Pemusik bangku sekolah kalau hanya bersandar pada metode (disiplin) akan sering mengeluhkan seseorang lainnya yang dianggap temponya nggak stabil. Tidak semua pemusik memahami persoalan fungsi

contoh lain : Ada komposisi yang based chordnya berada ditangga nada default G , untuk mengekplorasi G tersebut agar ‘berbunyi’ karena menghadirkan ‘ruh’ … maka pola2 praksis implementasinya sedapat mungkin keluar dari chromatic doremi si G , menjadi chord yang ambigu namun G tetap harus terjaga sebab tidak dibenarkan berperilaku ‘asosial’

Itu semua yang membedakan musik dari peradaban renaissance hingga Classic , dimana 1 + 1 adalah 2 , dan itu wajib hukumnya [dogma]. Peradaban Romantic tidak mengenal ‘harus tunduk patuh’ pada DOGMA bagi persembahan2 aturan yg berlaku dalam paradigma budaya lama/tradisi. Peradaban Romantic adalah Rock and Roll … orang diberi ruang seluasnya untuk menyampaikan ‘rasa’ yang tidak dapat di kalkulasikan secara eksak

Ujung2 nya akan bermuara di persoalan RASA , sebagai seniman musik kamu menyuguhkan rasa apa? rasa hamburger panggang campur tahu pong plus sayur lodeh? itu perilaku nyentrik bukan unik

Ada yang bertanya tentang kemajuan tehnologi yg menghadirkan alat2 bantu : workstation

mixolidyn dan alat2 bantu virtual … itu ibarat stethoscope yg digunakan dokter untuk menganalisa kondisi kesehatan pasien [apa yg sedang terjadi]. Bukan untuk menentukan pola hidup , pola hidup ditentukan oleh sistem metabolis tubuh yg diperintahkan otak dan hati

Menanyakan perihal teori : metodologi baku

TEORI … orang harus tau substansi yg terkandung dalam makna kata TEORI. Teori itu contoh panduan cara yang sudah pernah terjadi / diakui , serta teruji melalui disiplin akademik (dimasa lalu / masa sebelumnya) … Bersandar pada teori lama hidup harus melahirkan TEORI2 baru yang selalu harus sesuai dengan konteks kebutuhan tuntutan persoalannya masing2 . [tesis – antitesis – sintesa – hipotesa]. Kalau ada manusia intelectual dengan se-mena2 mengatakan ‘teori koq dibantah / dilawan’ … maka jawab saja : ‘teori koq disembah’

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara