lawan

Tolak kepasrahan yang sia-sia , Nurani tak boleh tinggal diam

Agar tidak menjadi SLOGAN atau PROPAGANDA kosong , kita perlu memahami duduk persoalan dari semua permasalahan yang ditimbulkan , contoh :

“saya sudah melakukan kewajiban sesuai tugas yang diberikan untuk meningkatkan nilai pendapatan seperti yang tertulis didalam catatan2 pembukuan” ; ujar si polan.

Namun ketika apa yang dia klaim sebagai kesuksesan dari pekerjaannya tersebut tidak memperbaiki nasib kesejahteraan bagi orang2 banyak lainnya , maka dengan mudah si polan akan mengatakan : ‘itu bukan tanggung jawab saya , saya hanya bekerja dalam kurun waktu terbatas sesuai dengan mekanisme sistem yang berlaku , meneruskan kebijakan2 orang2 sebelum saya dalam menjalankan sistem tersebut’

Ketika kita berhadapan dengan ‘managemen konflik’ dari sebuah sistem serupa yang dibiarkan berlangsung , maka kita semua hanya akan melanjutkan paradigma saling salah menyalahkan diantara sesama generasi , sebagai masyarakat dari bangsa yang sama. Perubahan hanya bisa dicapai jika KEBENARAN milik orang banyak menjadi aturan dan HUKUM yang ditetapkan untuk ditaati. Untuk itu hanya KITA sendiri [warga sipil] yang harus memperjuangkan pelaksanaan HUKUM itu sendiri secara bersama-sama

Tidak perlu organisasi , tidak perlu partai politik , tidak perlu komandan … namun saling membangunkan KESADARAN

jangan punya ‘pretensi’ untuk mengharapkan imbalan sebagai upah yang bisa kita nikmati , saya tidak pernah berharap akan kemungkinan bisa menikmati hasil … saya berpikir demi generasi anak2 dan cucu nanti. Kita punya tugas untuk melindungi mereka sebagaimana para pendahulu2 di republik ini memiliki motivasi yang sama.

FUCK THE MAINSTREAM kata2 kasar? … betul , itu kata2 kasar yang keluar dari hati saya yang bersih. Konon , hati yang bersih seyogyanya selalu mengeluarkan KATA2 yang HALUS & tidak kasar … itu OMONG KOSONG nina bobok. Fuck the mainstream saya bermakna : saya berjuang sendiri guna melindungi kepentingan hak-hak dasar hidup saya sendiri.

Ketika ada yang berbenturan dengan hak-hak saya diatas , saya tak akan kompromi dengan siapapun saya harus berhadapan. Urusan berbangsa berbeda dimensi dengan wilayah ber-Negara. Saya harus konsekuen dengan apa yang saya yakini ‘perjuangan saya adalah pelaksanaan kata2 saya sendiri’

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara