pelor liar

“sebentar2 ngomong agama , persoalan apa saja di-hubung2kan dengan kisah2 dalam agama walau nggak nyambung tapi di paksa2in , eh’ … buntut2nya mengajak orang untuk hanya memeluk Islam. Pancasila itu karena Islam , agama lain itu ibarat ajaran setan … karena itu negara ini harus segera menggunakan Hukum Islam secara ‘indiscriminately’ ” ;

Sampeyan sendiri mas yang nggak sadar sudah dikuasai oleh nafsu Iblis hingga berperilaku setan . [tolong dicatat bedanya iblis dan setan = iblis itu obyek setan itu subyek] *teledornya saya* … selama ini masih saja ada orang2 seperti itu disini [facebook] , ayo siapa lagi … bikin status aja mas/mbak , biar mudah terlihat dan dibaca.

Inilah akibatnya , kalau agama sudah dijadikan bagian dari alat politik untuk ber-Negara. Agama kehilangan substansi kearifannya , dia menjadi peluru liar panas dan tajam sebagai alat pembenaran yang akan menghunjam tanpa bisa terbantahkan oleh siapa saja. Membantah berarti ‘jihad’ … Agama menjadi FASISTIK lebih fasis dari Hitler

eh mbok ya kalau mau jihad itu jihad dulu sama pasangan sendiri diranjang … sudah oke belum

sampeyan pemeluk ajaran Nasrani / Katholik , Kristen ataupun lain2nya , saya pengikutnya Muhammad [muslim]. Kita bertetangga dengan baik tanpa perlu untuk saling mencederai satu sama lainnya … itulah Hakikat Perintah Allah , Tuhan Yang Maha Esa

Andai suatu hari dalam bertetangga kita bertengkar , maka orang Indonesia ‘berpendidikan’ akan membahas apa yang menjadi subyek pertengkaran tersebut. Bisa melibatkan berbagai macam hal , mulai dari aspek ruang batasan halaman milik masing2 sampai dengan urusan ketentraman (suka pasang radio/tv/dll dengan volume keras2) . Atau bahkan masalah2 kewajiban iuran sebagai sesama warga rt/rw.

Itu semua adalah masalah ADMINISTRASI sistim ke-TATA-NEGARAAN yang diatur lewat sistim-Pemerintahan , yang tidak ada hubungannya dengan ajaran2 AGAMA apapun!

Ketika pengelola administrasi , dalam hal ini Sistim Pemerintahan gagal dalam melakukan fungsi kewajibannya , maka selayaknya yang harus dipersalahkan adalah MEREKA para pengelola tersebut dalam bekerja sesuai fungsi dan perannya … wong sudah digaji / dibayar sama rakyatnya.

Pengelola2 yang licik dan culas , akan memanfaatkan ‘kenaifan’ atau keluguan dari warga2 yang belum terdidik secara baik untuk bisa memahami duduk persoalan diatas tersebut. Mereka melakukan langkah2 politik yang paling ‘paripurna’ … benturkan saja dengan keyakinan agama dari setiap warga masing2 supaya mereka saling rusuh bertengkar , hingga LUPA kepada substansi tuntutan yang dianggap merepotkan pemerintah. Lalu kalau sudah bertengkar … seperti biasanya ‘pemerintah’ baru akan hadir sebagai Lembaga ‘pemadam kebakaran’ seperti ‘MUI’ , departemen agama dll. yang harus tampil BIJAKSANA , anggun dan soleh … padahal isinya koruptor semua

Itulah > INDONESIA hari ini , agama dijadikan alat kekuasaan . Karena secara de facto Negara c/q pemerintah memang harus ‘melindungi’ lebih tepatnya menafkahi orang2 yang masih banyak belum cukup berpendidikan.

“Pertanyaan saya juga s/d hari ini adalah” : Mengapa persoalan PENDIDIKAN seolah SENGAJA diremehkan dan ditelantarkan? …. [ini jawaban su’udzon saya>] : … supaya tetap mudah diatur dan dikendalikan. Sebab orang minim pendidikan itu ASSET politik

Jadi konklusinya? … apakah: “orang2 yang fanatik itu korelatif dengan minimnya pendidikan?” ; … tidak langsung seperti itu , ada tahapan2 yg bisa di evaluasi hingga sampai pada kesimpulan seperti itu

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara