konstruksi sosial

Konstruksi sosial bermasyarakat itu ibarat sebuah struktur pola bangunan yang harus eksis tegak berdiri dengan kokoh [riil] , serta terdiri dari berbagai aturan-aturan disetiap ruangannya sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing [disebut: norma]. Bukan puing-puing berserakan untuk dibiarkan semerawut tanpa kehadiran norma-norma yang harus dipatuhi

Hal tersebut melahirkan KEBENARAN yang kemudian saya pahami setelah melewati masa-masa yang cukup panjang dalam keterlibatan saya bermasyarakat/bergaul dengan lingkungan dari berbagai kelas/strata sosial dikehidupan saya sendiri [secara menyeluruh]. Kebenaran yang saya yakini menjadi sesuatu yang MUTLAK , kemutlakkan yang harus saya pertahankan , junjung tinggi dan hormati sendiri.

Kebenaran yang MUTLAK bukan bermakna layaknya memperlakukan sebuah OBYEK benda mati , namun kemutlakkan sebuah obyek yang mengusung subyek didalam perjalanan hidup. Obyek tidak akan berubah wujud , namun subyek melahirkan MAKNA yang bisa berbeda dari setiap perjalanan hidup yang telah kita lewati.

Kaum penyembah berhala pragmatisme selalu akan menyebut saya tipycal orang yang “mau menang dan benarnya sendiri” … padahal sudah saya buka ruang-ruang berkomunikasi untuk mengajak mereka ‘mengerti’ apa yang belum mereka pahami. Saya menolak untuk menerima kenyataan harus tunduk dan patuh hidup diantara ‘puing-puing’ yang sengaja dibiarkan berserakan

Sifat malas untuk berpikir yang dianggap terlalu njelimet , ditambah dengan kesombongan dari watak2 buruk tertentu dengan mudahnya dijadikan ‘palu godam’ untuk menghakimi /judgment dengan cara sesuka mereka sendiri … fuck the mainstream bukan tanpa alasan dan sebatas celotehan orang kurang kerjaan

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara