Kebudayaan ‘baru’

[di facebook]
“Aktif dan terbuka untuk bicara apa saja , resist bila ada tulisan saya yang ‘membingungkan’ atau bahkan tidak sesuai dengan apa yang anda simpulkan” Saya selalu berharap orang mau diajak untuk membangun ‘dialektika’ tersebut , walau konsekuensinya bisa saja akan semakin tajam memperuncing perbedaan

Perbedaan itu KENISCAYAAN … yang harus berani kita sikapi adalah : “masih adakah manfaat dari kita yang berbeda-beda ini untuk bisa duduk bersama , demi tujuan & kepentingan yang sama. Saya tidak takut untuk berpisah dengan anda & mereka … yang saya khawatirkan adalah semakin maraknya budaya pertikaian dengan anda dan mereka. Yang menjadi tuntutan dari setiap makhluk bernyawa dimuka bumi ini adalah KEDAULATAN HIDUP nya masing2. Bisa saya simplifikasikan menjadi Hak Berkehidupan yang layak secara Ekonomi berdasarkan keyakinan dan pemahaman spiritualnya masing2. Saya tidak akan mengganggu ketentraman rumah tetangga , apabila mereka tidak pula mengusik ketentraman yang menjadi otoritas wilayah rumah tangga saya sendiri

KEBUDAYAAN itu terbentuk dengan sendirinya … bukan karena DIBENTUK , walaupun bisa saja berupaya untuk membentuk satu Kebudayaan [baru] yg terdiri dari SUB-KEBUDAYAAN [lama] yang sudah pernah eksis sebelumnya. Kebudayaan Batak , Jawa , Bali , Bugis dan lain2nya yang ada di bumi Nusantara ini sudah eksis sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang bercita-cita untuk membentuk satu Kebudayaan Baru yg disebut Indonesia

Kebudayaan itu kan isinya : Politik – Hukum – Ekonomi dan SosialBudaya , sudahkah orang modern Indonesia dijaman seperti sekarang ini paham dan mengerti maksudnya apa? … setelah paham dan mengerti > BERANIKAH untuk konsekuen melengkapi tuntutan dari sub2 kebudayaan lama & menjalani aturan2 baru sesuai tuntutan Kebudayaan baru yang di cita2kan tersebut?

Terjadi: disorientasi ideologi POLITIK dalam ber-Kebudayaan baru , membidani lahirnya kesemerawutan HUKUM Kebudayaan , ketidak-adilan EKONOMI Kebudayaan , pertikaian antar golongan / ras / agama SOSIALBUDAYA Kebudayaan … adalah contoh2 konkrit yang sulit untuk terbantahkan.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ Kebudayaan ‘baru’ ”

  1. mestinya budaya yang memaklumi Perbedaan sebagai suatu hal KENISCAYAAN lebih diutamakan daripada budaya yang memaksakan atas kebenaran / keutamaan budaya sekelompok manusia itu sendiri.

  2. jadi artinya kan , sudah terjadi ‘culture assassin’… lalu apa artinya Bhineka Tunggal Ika

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara