puyeng lagi dah gw!

Susahnya sekarang ini … rendah hati disangka minder eh malah diinjek orang . Terbuka & transparan dibilang sombong mau menggurui orang , emang kudu ikutan gokil kali ye … biar aman , semua orang pasti bakalan baek

Kolonialisasi di ABAD XXI adalah bagaimana menaklukkan satu Kebudayaan dari satu Bangsa tertentu , tidak lagi menggunakan mesiu atau peluru. Pelor dan lain2nya itu kini sudah berubah fungsi untuk menghadang PENCURI diberbagai perbatasan wilayah Negara. Selebihnya ada tehnologi senjata Nuklir dan lainnya yang digunakan untuk saling menggertak dan menakut-nakuti , tujuan utamanya adalah multi-psycho untuk melengkapi bargaining-power sebelum duduk dimeja ajang transaksi Ekonomi

Menaklukkan Kebudayaan adalah bagaimana cara menyingkirkan tradisi/kebiasaan atau disebut paradigma budaya yang mengusung sistim nilai dari kebudayaan termaksud. Tradisi satu bangsa mendidik dan mengatur : Apa yang PATUT dan apa yang dianggap TIDAK PATUT , apa yang harus dibicarakan dengan TERBUKA serta apa yang tidak perlu dibicarakan secara terbuka [dianggap tidak pantas] . Itu yang disebut dengan WISDOM , dalam bahasa nasional dikenal dengan KEARIFAN LOKAL

Hari ini , jam dan detik ini … dimana mana terdengar suara berisik hingar bingar dari orang-orang saling mempertanyakan – membicarakan – menuntut – mempertahankan … APA YANG SEBENARNYA TIDAK PATUT , TIDAK PANTAS , TIDAK PERLU DIBICARAKAN … sebab WISDOM mereka sudah tercabik-cabik menjadi kain gombal rombengan.

Kubudayaan juga sumur mata air Ideologi . Ideologi itu bukan sesuatu yang ‘wah’ , bukan kata-kata besar yang menyeramkan , serta hanya menjadi santapan konsumsi bagi POLITIK praktis semata. Ini MINDSET untuk memahami apa itu Ideologi. Ideologi itu dari kata IDE gagasan yang ideal , semua orang yang hidup dan waras harus punya gagasan , tidak mungkin hidup tanpa gagasan. Kecuali robot yg diciptakan untuk hanya menurut pada perintah si pemilik robot itu sendiri.

Ideologi berdiri sebangun dan berjalan secara empirik dengan WISDOM / KEARIFAN yang dianut oleh satu Kebudayaan masyarakat. Saat ini kita wajib mempertanyakan pada diri kita masing2 … masih punya ideologi kah , masih ada ideologi kah diantara kita semua disini. Itu dulu yang harus dijawab oleh masing2 setiap orang Indonesia … sebelum melangkah membahas masalah2 lain yang ‘ecek-ecek’ , tapi ketika numpuk terakumulasi … yang disebut ecek-ecek itu justru adalah biang yang mengacak-acak

“jsop bicara politik melulu , padahal politisi juga bukan”

Politik itu kemutlakkan saat ada orang hidup bersama-sama disatu tempat dan kemudian disebut masyarakat. Politik adalah CARA me-negoisasikan kepentingan dari satu pihak kepada pihak lain. Saya jelas berpolitik … tapi jelas pula tidak ber-partai maupun golongan politik jenis A sampai Z. Saya berpolitik untuk mempertanyakan mengapa kita harus hidup bersama-sama – mengapa kita harus menghormati hak2 orang lainnya.

“karena kita punya ideologi yang sama” … ; baiklah , mari kita jentreng diatas meja … apa itu ideologi yang sama? seperti apa bentuknya? … harus bisa dijawab. Jangan NAIF … semua persoalan ada jawabannya , sebab kalau tidak ada jawaban maka dia tidak disebut sebagai persoalan. Hanya mayit yang menghuni liang lahat yang sudah tidak punya persoalan dengan IDEOLOGI bermasyarakat dikehidupan yg nyata

Saya menguasai ilmu “kenapa pohon bisa tumbuh berdahan beranting berdaun berbunga dan mampu menghasilkan buahnya” … jangan ber syak-wasangka saya menggurui. Menguasai bukan berarti bisa melakukannya sendirian … sebab pem-BUAH-an itu adalah hasil kerja kolektif dari satu lingkungan. Dalam hal ini disebut masyarakat itu sendiri

“yang diomongin jsop itu betul … tapi tidak populis & terlampau jauh kalau harus meniti langkah dari mulai awal lagi … butuh energi besar , waktu serta mahal biaya sosialnya” ; … begitulah kalimat2 yang selalu mampir ditelinga saya sejak dari reformasi mulai digelindingkan.

Baiklah , bukankah saya juga tidak bisa berbuat apa2 , selain terpaksa menuruti kehendak kalian2 yang merasa pandai duduk di kursi2 penguasa … bisa apa saya? . TETAPI … lihatlah fakta yang sudah terjadi sampai hari ini … bisakah keluar dari ‘kemacetan sosial’ ketika kendaraan anda terjebak ditengah traffic-jam yang tidak bergerak sama sekali?

mereka itu dodol semua!

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ puyeng lagi dah gw! ”

  1. seperti halnya nilai demokrasi yang malah diartikan sebagai pengkultusan pendapat mayoritas itu apakah hasil buah dari suatu budaya yang telah mengacak-acak?

  2. Demokrasi itu ‘mekanisme untuk berpendapat’ , memfasilitasi olah pikir dari berbagai komponen masyarakat yang terlibat dalam satu sistim demokratisasi. Hasil yang baik dari olah pikir berpendapat … adalah esensi dari tujuan demokrasi itu sendiri. Sedangkan hasil yang buruk dari demokrasi adalah fakta yang tak terbantahkan … > masyarakat manipulatif yang tidak siap untuk mampu menggunakan medium demokrasi sebagaimana seharusnya

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara