KEBENARAN-KU

Kehidupan itu hanya soal bagaimana caranya mengelola kepentingan semua pihak dengan baik , tak lebih dan tak kurang. Karena masing2 pihak yang hidup di planet sama ini mempunyai paradigma yang berbeda-beda berdasarkan wilayah secara georafis dan lain sebagainya , maka jelas bahwa cara-cara mengelola kepentingannya juga relatif tak sama

Muncullah apa yang disebut KEBENARAN manusia , kebenaran tersebut adalah kesepakatan yang bersifat ‘mutlak’ selama kesepakatan tersebut masih berfungsi dan untuk dipatuhi. Kesepakatan yang dalam sistim tradisi warisan setiap adat istiadat disebut aturan-aturan non tekstual [wisdom] , hingga kesepakatan berada ditengah masyarakat yang dikelola melalui otoritas Negara … disebut Hukum tekstual/tertulis.

Lebih menyempit lagi jika menggunakan sudut pandang terdekat , maka berhubungan dengan orang lain / sanak keluarga / istri atau suami sekalipun mengusung kepentingan yang sama … yakni wajib PATUH pada KEBENARAN yang lahir dan pembenaran atas dasar kesepakatan agar tidak saling mencederai & merugikan.

Nggak usah berpikir dan ngomong yang terlalu jauh , andai persoalan yang terdekat dengan urusan dikeseharian kita sebagai individu yg otonom saja ‘nggak mudheng’. Di fesbuk saya punya pembenaran untuk ‘hengkang’ dari lingkungan yang sudah saya anggap ‘tak bisa diharapkan’ lagi. [bagi kepentingan/manfaat kualitas hidup saya sendiri] maka saya memilih membuat account baru daripada pusing2 setiap hari selalu me-remove orang2 yang nggak jelas identitas serta peduli terhadap kualitas hidupnya sendiri

Pembenaran modernisasi a/n globalisasi berbenturan dengan Pembenaran saya sebagai orang Indonesia dari benua berbeda yg mengusung paradigma hidup yang juga berbeda.Lihatlah planet Bumi ini dari atas … tak ada setitik sekalipun posisi kita tampak disana … jangan terlalu naif dengan apa yang tampak hari ini

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara