sana debat sini ngomel

Ada tontonan ‘debat’ disalah satu televisi , bagi saya ini tontonan yang jangan sampai sebatas tontonan mempertontonkan debat cangkem seperti biasanya , lalu melewatkan begitu saja esensi dari apa yang sedang diperdebatkan. Ada dua kubu : kubunya si poltak ‘raja minyak’ dan kubu Ratna Sarumpaet , saya akan langsung menuju inti esensi debat yang saya maksud tersebut diatas.

Ruhut mengatakan : “ini era reformasi .. dimana presiden tidak punya wewenang / otoritas untuk mencampuri urusan daerah yang dikelola s/d Bupati , misalnya . Kemudian dijawab oleh kubu lawan dengan bertanya : “lha … kalau begitu presiden bisa boleh2 saja dianggap untuk tidak tunduk pada Konstitusi , lepas tangan dari urusan kekacauan2 yang terjadi didaerah. Begitulah substansi yang ingin saya sampaikan disini , selebihnya … panjang lagi tapi tidak akan saya tulis , lha ngapain

Tontonan DEBAT tersebut menjawab sekaligus mencerminkan kesemerawutan tatanan ber-Negara yang sedang terjadi. Memang semuanya menjadi nggak jelas negeri ini mau dibawa kearah mana … selain sekedar menganut filoslofi ‘mengalir seperti air’ … masa bodo airnya mau mengalir ke comberan atau ke kolam2 yang banyak non teqi nya

Di fesbuk sering saya terpaksa menginjak ‘kecoak2 kecil yang [‘sori’] kurang ajar’ [delete/remove/block] , tapi kurang ajarnya bukan karena kesengajaan untuk berperilaku kurang ajar , semata karena nggak sadar bahwa cangkemnya [lwt tulisan] sudah saya anggap kurang ajar. Anak2 dari generasi garda terdepan … yang menjadi ‘kurang ajar’ karena memang dirancang untuk “tidak menyadari” bahwa mereka sudah kurang ajar. Kurang ajar kepada siapa? … bukan kepada saya ataupun anda … tetapi kepada PARA PENDIRI yang mendirikan Bangsa dan Negara ini.

Mengapa saya harus marah padahal mereka tidak kurang ajar sama saya? [secara langsung] , lha … kalau bukan saya yang marah lalu siapa yang harus marah … “jaman sudah berubah mas , ini jaman globalisasi” kata mereka … ; sontoloyo

Urusan ideologi berbangsa yang diatur dalam sistem Ke-Tata-NEGARA-AN tidak ada yang berubah sejauh KONSTITUSI nya masih konstitusi yang sama. Bongkar dulu lewat referendum lalu merdekalah sendiri2 sana kalau memang mau liberal suka2 elu … barulah kalimat “jaman sudah berubah” bisa digunakan untuk memahami ketata-negaraan baru yg bisa dipakai. Jangan asal mangap mengatakan sesuatu [istilah] kalau tidak memahami makna kata dalam sebuah kalimat …

*tambah lagi* > BAHASA INDONESIA , maksudnya belajarlah berbahasa Indonesia yang baik/sempurna sebelum casciscus

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara