celoteh bakul ilmu

Masyarakat Rapuh adalah masyarakat Rentan yang menjadi masyarakat Rawan konfilk horizontal … modernisasi yang hanya menyentuh perubahan fisik tidak akan menjamin kualitas intelegensia yang bersemayam dikepala

“Munarman vs Thamrin” … Benturan yang mewakili 2 (dua) kubu kepentingan dan menjadi bahan pembicaraan panas ditengah masyarakat adalah contoh2 konkrit yang masih saja terjadi. Orang yang cerdas tak akan ikut terseret dalam opini bentukan siapapun , orang cerdas tidak akan turut berperilaku reaktif , orang cerdas butuh ruang kontemplatif sejenak untuk menemukan akar persoalan sebelum berkesimpulan / berpendapat

a. Strategi Rating yang menghalalkan segala cara , menerjang batas2 etika tentang apa yang patut dan tidak patut untuk bisa disuguhkan kepada publik secara terbuka sebagai tontotan yang tetap menarik perhatian , menghibur sekaligus menampilkan berita hangat yang selalu aktual.

b. Berita hangat bahkan paling panas dinegeri ini , adalah berita apa saja yang bersentuhan dengan tema AGAMA. Menciptakan dangau2 yang tak bertepi , tempat dimana orang gemar berkubang membenamkan kepalanya sendiri kedalam lumpur

c. Yang disebut diskusi/diskursus selalu membutuhkan peserta2nya sendiri secara spesifik , apabila pembahasan2 yang akan mengemuka hanya bisa dikelola oleh golongan tertentu yang berbekal memadai dalam konteks disiplin kompetensi / akademik

d. Tidak semua topik bahasan ilmiah yang menjadi kepentingan dari dilaksanakannya sebuah acara diskursus , bisa diletakkan atau diselenggarakan di ruang-ruang yang terlalu cair , terbuka bagi umum , turut didengar oleh semua lapisan kadar intelektual dan intelegensia .

Saya tidak tertarik dengan argumen-argumen untuk dijadikan pembelaan kepada salah satu pihak. Dimata saya … ke 2 (dua) nya sama saja , tidak memiliki kepekaan memadai sebagaimana gelar2 keilmuan akademisi yang disandangnya sendiri … Bakul2 ilmu yang terjebak ‘narcissism’ , yang tanpa disadari terseret dalam pencitraan melalui Budaya POP yang diselewengkan Industri Boadcasting Televisi. Dan masyarakat yang rapuh adalah ‘victims’ yang abadi

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara