revolusi


[soundcloud url=”http://api.soundcloud.com/tracks/91521868″ params=”” width=” 100%” height=”166″ iframe=”true” /]

jangan mudah pasrah menyerah
dan pantang berakhir jadi bangsa yang kalah
ayo berdiri dengan gagah
pantang surut mudur walaupun selangkah
temani aku … berlarilah

gunung karang akan kudaki
samudra luas akan aku seberangi
hujan badai bukan alasan
derap langkah berhenti ditengah jalan
ayo maju … bergeraklah

Indonesia , bumiku tanah tumpah darahku
Indonesia , kupertaruhkan hidup matiku

bakar saja baju kebesaranmu
copot topeng yang menempel diwajahmu
inilah saatnya telanjang
bersama kita saling bahu membahu
jangan mau … jadi ubab

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

One Response to “ revolusi ”

  1. orang kan hatinya harus merasa damai terlebih dulu sebelum menyepakati kesepakatan yang tertuang dalam ikatan formal. Apakah itu ikatan perkawinan , bisnis , atau ikatan apa saja. Adalah kedamaian setiap orang yang hanya bisa digali dari ‘wisdom’ atau paradigma kearifan yg telah berlangsung turun menurun. Itu semua yang kita pahami sebagai proses membentuk masyarakat hingga Bangsa

    Bagaimana bisa menyepakati kesepakatan dan patuh taat pada Hukum Negara , jika dalam bermasyarakat kita sudah kehilangan wisdom. Adalah aturan menindas bila ada Hukum yang tidak mewakili wisdom dari masyarakat Bangsa itu sendiri

    Bangsa ini sudah lama tidak di sentuh , mereka hanya mengeksploitasi manusia2nya untuk harus patuh tunduk diatur oleh aturan/Hukum Negara *dipikirnya Negara itu mereka yang punya*

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara