krisis ideologi?

Kecemasan yang menjadi kekhawatiran saya adalah : “jangan2 orang Indonesia sekarang ini benar2 nggak tau apa itu IDEOLOGI dan kalaupun diberitahu maka mereka sudah tak menganggap perlu apa itu IDEOLOGI. Maka jika ditarik ujung kesimpulan akhirnya : Bernegara sekalipun menjadi apolitis sebab tidak memiliki sense of political ideology , ini parah!

Akibatnya adalah terselenggaranya kehidupan yang memfasilitasi naluri ‘hewani’. Sekumpulan makhluk bernyawa bergerombol yang hanya untuk berpikir bagaimana harus saling bertarung untuk memenuhi kebutuhan nafkah hidupnya sendiri2

Bertarung untuk memikirkan kepentingan dirinya sendiri2 sambil menggunakan simbol2 spiritualistik sebagai sarana tempat berselubung. Jelas ini adalah perilaku dari sifat MUNAFIK dalam bernegara. Sifat hipokrit yang beranak pinak melahirkan turunan2nya hingga menyentuh lapisan munafik yang paling mendasar sebagai manusia

Untuk apa harus patuh menjalankan perintah ritual berpuasa … jika tidak mau tau bahwa perilaku sosio-ekonomi nya selama ini nyatanya mewakili naluri sifat2 hewani … tanpa disadari??? …. bagaimana bisa menyadari jika sebagai makhluk sosial mereka tak ber-ideologi. Mengenal AGAMA itu untuk ber-IDEOLOGI kepada TUHAN YANG MAHA ESA , sedangkan esensi dari ideologi TUHAN YME adalah : ciptakanlah sistim ber-peri-kehidupan untuk menjalani hidup dengan rukun damai terhadap apa saja yang menjadi ciptaan-KU , bisa disimpulkan artinya wajib bagi setiap manusia beragama untuk menata aturan2 hidup bersama yang baik [ber-ideologi]. Agama berfungsi untuk memberikan panduan dasarnya

Lalu dimana bisa ditemukan hubungan/korelasinya antara ideologi ber-agama dengan IDEOLOGI KE-Tuhan-an yang menjadi milik ALLAH itu sendiri ? jika manusia Indonesia saat ini seperti apa yang saya gambarkan diatas.

tahukah anda … bahwa masyarakat dibelahan dunia MAJU dan MODERN sana sudah tidak peduli dengan AGAMA. Apakah mereka bisa saya sebut kafir? … tidak! , karena Kebudayaan maju mereka telah menjawab pertanyaan , bahwa :

Pertikaian2 antar manusia dimuka bumi ini antara lain disebabkan oleh agama yang sudah digunakan oleh manusia untuk menjadi alat politik bagi sarana u/ memfasilitasi syahwat nafsu memperebutan kekuasaan antar sesama manusia itu sendiri.

Saya ber-Tuhan , namun jangan memahami Tuhan secara monoistik … ; demikian kira2 jawabannya setiap kali saya berupaya membahas cara2 berke-Tuhanan. Tahukah anda apa yang bisa dilihat kasat mata? … gereja2 dan tempat2 ibadah … nyaris sepi. Manusia modern lebih mengutamakan PERBUATAN nyata. Berke-Tuhanan lebih diterjemahkan dng perilaku menghormati semua ciptaan Tuhan . Tidak membabat hutan sembarangan , tidak menganiaya tanam2an , tidak merusak alam , menyayangi hewan/binatang , ber-PERI KEMANUSIAAN

Itu mereka , masyarakat berbeda dengan Kebudayaan mereka yang lain lagi , yang memang saat ini lebih maju dari Kebudayaan bangsa2 lain yang tertinggal. Tidak harus menjadi seperti mereka , kita harus berpikir untuk bisa mejadi lebih baik dari mereka , namun bagaimana mekanisme cara2 nya itu yang harus dijawab

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara