siapa gerangan kamu

Sudah banyak orang2 dari masa lalu yang mengusung berbagai pengalaman empirik sebagai pesan2 keilmuan yang mereka bawa , namun semua ilmu pengetahuan itu menjadi tumpukan catatan yang kemudian tercecer terbuang percuma. Dan ketika mereka mati meninggalkan dunia jejaknya menguap dilupakan begitu saja layaknya serpihan puzzles yang dianggap tak bermanfaat dan tak ada gunanya. Dari mulai tokoh2 budaya ternama , pemerhati budaya hingga sebatas para pelaku budayanya itu sendiri

Saat inipun saya bisa merasakan sendiri , bagaimana tingkat kesulitan yang dihadapi ketika berupaya menghubungkan ‘benang-merah’ sebagai tali pengikat berlangsungnya sebuah proses berkebudayaan yang melibatkan berbagai generasi.

“jsop nggak nyambung – jsop nggak connected dng realitas – jsop typical orang masa lalu yg selalu akan kecewa ketika dunia berubah …dst , dlsb”. Masa-masa seperti itu sudah lama saya lalui dan rasakan , masa2 dimana hati dirundung sedih karena merasa dikecewakan jaman. Itu semua tidak menjawab persoalan saya dengan kehidupan yang harus tetap saya jalani.

Mereka tidak akan bisa melanjutkan perjalanan tanpa peta keterangan dari masa lalu [baca notes saya: uncivilization-perusak adab]. Mereka akan tampak layaknya makhluk aliens jika mengabaikan identitas karakter yang telah diketemukan dari masa2 yang jauh lebih silam. Menjadi makhluk2 aneh jenis/entitas yang tak akan tercatat dalam sejarah peradaban , Ke-Indonesia-an.

Perlawanan saya bukan perilaku marah yang membabi buta , dendam sejarah yang disalurkan lewat debat urat leher. Perlawanan saya adalah SIKAP yang mendorong saya untuk harus tetap bekerja , menulis dan melahirkan karya sebagai bukti , meski seribu orang menghadang … hanya kematian pula yang bisa membuatku berhenti. Karya yang tetap bisa saya pertanggung-jawabkan: “ini karya saya hari ini sebagai orang dari bagian masyarakat Bangsa INDONESIA”. Mereka bisa meneropongnya dari sudut sisi/angle mana saja , saya adalah bagian dari proses produk budaya kultur pop Indonesia

Lalu saya akan bertanya pada kamu & kalian yang gemar bertepuk dada sambil mengenakan berbagai ornamen modernitas untuk melegitimasi kemodernisasian kalian … siapa gerangan kamu

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara